MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Mulai hari ini, Sabtu (18/7/2020) Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Makassar melakukan Gerakan Coklit Serentak (GCS) di seluruh kecamatan yang ada di kota Makassar.
Gerakan tersebut menjadi penanda awal dimulainya proses pemutakhiran data pemilih sebelum ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT).
“Jadi hari ini teman-teman Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) mulai melakukan Gerakan Coklit Serentak (GCS) di semua kecamatan,” ujar Komisioner KPU Makassar, Endang Sari kepada Sulselekspres.com.
Proses pemutakhiran data pemilih tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak tanggal (15/7/2020) yang lalu. Hanya saja, tiga hari pertama, PPDP terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan RT di setiap kelurahan.
PPDP sendiri bakal melakukan pemutakhiran data pemilih sampai tanggal (13/8/2020) mendatang.
“Ini hari keempat kerja. Tiga hari sebelumnya teman-teman melakukan koordinasi dengan RT terlebih dahulu. Jadi GCS ini penanda bahwa pemutakhiran data pemilih mulai dilakukan sampai (13/8/2020) mendatang,” lanjut Endang, Sabtu (28/7/2020).
Dalam proses pelaksanaan pemutakhiran data pemilih, seluruh PPDP diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti enggunakan masker dan menjaga jarak.
Bahkan sebelum turun ke lapangan, semua PPDP menjalani rapid test terlebih dahulu, demi menjamin keamanan pada saat melakukan proses pemutakhiran data.
“Kita wajibkan teman-teman PPDP untuk menerapkan protokol kesehatan dalam proses pemutakhiran data. Jadi tetap pakai masker, face shield, sarung tangan, dan jaraknya diatur,” jelas Endang.
Sebelumnya, ada 545 PPDP yang reaktif pasca melakukan rapid test. Tetapi semuanya langsung diganti dengan yang baru. Semua pengganti juga dipastikan non reaktif, baru diturunkan ke lapangan.
“Semua PPDP kita rapid test. Kemarin ada 545 yang reaktif, tapi langsung kita ganti. Jadi PPDP yang turun ke lapangan itu dipastikan non reaktif,” jelas Endang.



