24 C
Makassar
Thursday, February 19, 2026
HomeMetropolisFour Points by Sheraton Tepis Isu Hotel Wisata Covid

Four Points by Sheraton Tepis Isu Hotel Wisata Covid

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pihak hotel Four Points by Sheraton Makassar menepis isu yang beredar terkait Hotel Wisata Covid-19. Sebelumnya, Four Points memang masuk dalam daftar nama Hotel Wisata Covid-19 di Makassar, tapi gagal terwujud.

“Memang sempat ada penawaran dari pemerintah. Tapi tidak jadi, karena kita tolak. Karena memang semua grup hotel kita tidak menerima wisata Covid-19,” ujar Asisten Digital Marketing Manager Four Points by Sheraton Makassar, Ilham Putra.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Ilo itu mengatakan, penolakan Four Points sebagai Hotel wisata Covid-19 bukan karena tidak mau menolong sesama yang menderita Covid, tetapi lebih mengutamakan sosial warga sekitar hotel. Sebab Four Points berdekatan dengan kompleks perumahan.

“Jadi bukan kita tidak mau menolong. Tetapi kita juga memperhatikan usulan dari warga sekitar. Ini di belakang hotel kan ada perumahan, mereka memberikan masukan kepada kita agar tidak menjadi tempat isolasi. Setidaknya ini bagian dari upaya meredam ketakutan warga sekitar,” terang Ilo.

Diketahui, Four Points sendiri merupakan hotel yang marak dikunjungi sebagai lokasi wisata keluarga, khususnya di akhir pekan.

Selain itu, Four Points juga merupakan hotel yang ramah anak. Sehingga keluarga tidak perlu merasa khawatir terkait keamanan dan kenyamanan di hotel bintang empat tersebut.

“Kita juga kan banyak dikunjungi keluarga. Khususnya di akhir pekan. Jadi memang kita ini sajikan juga Family Week. Pool sudah buka. Gym juga. Tapi tetap menjaga protokol kesehatan,” jelas Ilo kepada Sulselekspres.com.

Sementara menurut keterangan General Manajer Four Points by Sheraton Makassar, I Gede Sujana, juga menegaskan bahwa pihak hotel saat ini tidak sedang menerima pasien Covid, baik ODP ataupun PDP.

Sebab mereka selalu memastikan pengunjung aman dari paparan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan, termasuk alat pengukur suhu tubuh saat pengunjung hendak memasuki hotel.

“Sehubungan dengan informasi yang menyatakan bahwa Four Points by Sheraton Makassar sebagai tempat isolasi mandiri atau karantina bagi warga berstatus ODP Covid-19, maka dengan ini kami menyatakan itu tidak benar,” ujar Gede.

“Hingga saat ini kami belum pernah dan tidak sedang menerima tamu berstatus ODP. Kami selalu berusaha melakukan pencegahan penyebaran Covid-19, dengan menerapkan standar sanitasi mengacu pada standar Marriot International,” jelasnya.

Diketahui, Four Points by Sheraton Makassar sendiri telah menyediakan sabun cuci tangan dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) diseluruh toilet, lobby, dan area publik.

Kemudian seluruh karyawan yang bertugas diwajibkan memakai masker, menjaga jarak, serta melakukan pemeriksaan suhu tubuh di seluruh pintu masuk karyawan, hotel, maupun ballroom.

“Kami telah menyediakan standar operasional prosedur untuk mencegah, melindungi, dan memberikan kenyamanan kepada seluruh tamu dan karyawan yang berada di area hotel,” tegas I Gede Sujana.

Dengan ketatnya penerapan protokol kesehatan ini, jumlah okupansi hotel semakin meningkat. Sebab kepercayaan masyarakat mulai terbangun dengan baik, tentunya diiringi dengan fasilitas dan pelayanan yang mumpuni.

Sampai bulan Juli ini, okupansi Four Points by Sheraton sudah mencakup 50%. Khusus di setiap akhir pekan, jumlah okupansi kamar bisa lebih tinggi lagi.

“Untuk bulan Juli ini okupansi sudah mulai membaik. Sudah naik di kisaran 50%. Tapi kalau akhir pekan bisa semakin banyak biasanya,” tambah Ilo.

“Untuk tipe kamar yang paling laris sendiri adalah tipe Delux.”

“Kami juga berikan promo 550.000 rupiah yang bisa dipesan sampai bulan Agustus nanti. Tapi pakainya bisa sampai tahun depan,” tutup Ilo.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img