MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Salah satu lembaga kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyerukan persatuan untuk membela Natuna dari ancaman yang mengintai beberapa waktu belakangan ini.
Diketahui saat ini Pulau Naruna sedang masuk dalam incaran China, mengingat Pulau Natuna sendiri merupakan ladang ekonomi yang cukup eksklusif di Indonesia.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim Aksi Cepat Tanggap mengajak masyarakat untuk ambil bagian dalam menopang kehidupan masyarakat di Pulau Natuna. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di Warunk Up Normal, Selasa (14/1/2020) sore.
“Sebagai salah satu lembaga kemanusiaan global yang profesional tidak hanya fokus di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Kami bergerak untuk menangani bencana, perang, dan sebagainya,” ujar Syahrul Mubarak, selaku perwakilan ACT Indonesia Timur.
“Diketahui, Natuna masuk menjadi zona ekonomi eksklusif di Indonesia. Natuna tidak bisa dipisahkan dari negara ini. Maka kalau ada bangsa lain yang mau ambil, sebagai bangsa yang berdaulat, kami akan berjuang mempertahankan hak kita,” tegas Syahrul.
Lebih jauh Syahrul mengatakan bahwa kasus yang melibatkan Natuna ini menjadi tantanfan tersendiri, agar bisa terus bergandengan tangan dengan pemerintah untuk mempertahankan teritorial.
“Oleh karena itu, ini tentu menjadi tantangan kita untuk tetap bersama pemerintah dalam mempertahankan wilayah Natuna,” terang Syahrul
“Posisi ACT di sini ingin memberikan pesan kepada masyarakat untuk memngembalikan spirit yang mengancam kita. Karena ini bukan hanya tugas TNI, tapi juga tugas masyarakat,” lanjutnya.
BACA: Kapal China Pergi Dari Natuna, Pengamat : Nanti Akan Datang Lagi
Sejauh ini ACT telah mengirimkan 20 ton logistik. Pengiriman sendiri sudah berlangsung sejak tanggal 10 lalu. Rencananya ACT bakal mengirimkan 1.000 ton logistik untuk dikirimkan ke sana.
“Kami akan mengirimkan 1000 ton logistik untuk saudara-saudara kita di Natuna. Kami sudah beberapa kali mengirim, karena taraf hidup di Natuna ini cukup miskin.”
“Komitmen kami dengan peristiwa ini ingin mempopulerkan bantuan terhadap masyarakat miskin. Pengirimannya sudah dimulau sejak tanggal 10 kemarin, jadi pengirimannya bertahap. Sejauh ini sudah 20 ton,” jelasnya.



