24 C
Makassar
Wednesday, February 11, 2026
HomeHeadlineAir Mata Via Vallen Tumpah Usai Timnas Juara AFF U-16

Air Mata Via Vallen Tumpah Usai Timnas Juara AFF U-16

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Haru bahagia ikut dirasakan penyanyi cantik, Via Vallen usai timnas Indonesia U-16 memastikan gelar juara tadi malam.

Air mata Via Vallen bahkan tumpah ditengah keriuhan selebrasi juara. Lewat baju merah ala kontum kebanggaan Timnas, Via Vallen sesekali menyeka air matanya.

Dia terlihat mengulum bibir merahnya, sambil menyeka air mata. Tangannya ikut bertepuk bersama ribuan penonton lain yang ada di tribun.

BACA:5 Artis Ini Pernah Kencan Dengan Pesepakbola Indonesia, Ada Nama Syamsul Khaeruddin

laga final Piala AFF U-16 2018 antara Timnas U-16 Indonesia dan Thailand di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (11/8/2018). Bahkan Via secara khusus menyempatkan waktu menyaksikan laga ini ditengah kesibukan manggungnya.

Penyanyi yang hits dengan lagu “Sayang” ini kagum dengan semangat dan permainan Timnas U-16. Secara khusus, Via mengagumi sosok duo kembar Bagus Kahfi dan Bagas Kaffa yang tampil memukau sepanjang turnamen. Dia juga suka dengan gaya bermain dan kecepatan Mochammad Supriadi.

BACA: 6 Fakta Pemain Kembar Timnas Indonesia, Bersinar Di Piala AFF U-16 2018

“Mereka menunjukkan konsistensi yang positif di setiap pertandingan,” kata dia, dilansir dari Kompas.com.

Pahlawan ‘Kesepian’ Timnas U-16 Dibawah Mistar Gawang

Bahagia tak terkira dirasakan masyarakat Indonesia dalam merayakan keberhasilan Timnas U-16 menjuarai Piala AFF 2018.

Selama perhelatan turnamen ini, semua mata terlalu fokus menyorot aksi heroik beberapa Punggawa Timnas dalam mencetak gol. Publik seolah lupa, ada diujung garis lapangan, ada pahlawan lain yang berdiri penuh konsentrasi dibawah mistar, menjaga bola agar tak menyentuh jala.

BACA JUGA: Timnas Indonesia Vs Malaysia: Demi Sebuah Harga Diri

Dialah Ernando Ari Sutaryadi. Posisi sebagai kiper menjadi konsekuensi bagi Ernando yang nyaris dilupakan setiap kali Timnas bertanding. Sorot mata lebih banyak tertuju pada pemain dibarisan tengah dan depan. Padahal, jauh dibelakang disana ada Ernando menyela keringat di dahinya. Meregangkan tangan dan kakinya usai Timnas mengamankan poin setiap laganya.

Dibabak final semalam, Ernando membuktikan dirinya sebagai pahlawan. Dia unjuk diri sebagai kunci diraihnya gelar juara lewat penampilan memukau.

Ernando mampu menepis dua tendangan penalti pemain Thailand sehingga Indonesia bisa menang dengan skor 4-3. Ini setelah dalam waktu normal kedua tim bermain imbang 1-1.

Ernando mendapat kepercayaan penuh dari pelatih Fakhri Husaeni. Sejak laga perdana turnamen hingga final, pemain binaan SSB Bina Kalteng ini selalu jadi pilihan pertama mengawal gawang Indonesia.

Kepercayaan besar yang dijawab lunas oleh Ernando.

Dari lima laga di Grup A, Ernando hanya kebobolan tiga gol saat lawan Myanmar (1 gol) dan saat lawan Vietnam (2 gol). Kemudian pada laga final, gawang pemain 02 Februari 2002 ini hanya kebobolan satu gol di waktu normal.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img