28 C
Makassar
Monday, April 6, 2026
HomeEkbisAkademisi: Peran UMKM di Masa Pandemi Tidak Bisa Diharapkan

Akademisi: Peran UMKM di Masa Pandemi Tidak Bisa Diharapkan

PenulisSelfi
- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pengamat ekonomi, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Alim Syariati, mengatakan bahwa Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tidak bisa diharapkan di masa pandemi Covid-19.

Menurutnya peran UMKM selama pandem dalam  kondisi mendasar  yang berbeda. Tahun 1998, UMKM bisa tetap bertahan karena para pelakunya sehat untuk beraktivitas, berbeda dengan saat sekarang di mana ada kekhawatiran untuk sakit bila tidak beraktivitas.

“Survei BPS tanggal 10-26 juli 2020, menemukan bahwa 42% UMKM hanya bisa bertahan selama 3 bulan jika kondisi buruk masih berlanjut. Fakta ini didukung oleh pelemahan konsumsi masyarakat, sehingga harus didukung oleh bantuan sosial pemerintah. Tercatat 94.300 UMKM mendapatkan bantuan dana dari pemerintah sebesar 2,4 juta rupiah,” kata Alim kepada Sulselekspres.com, Minggu (6/12/2020).

Sekretaris  Prodi Ilmu Ekonomi UIN Alauddin Makassar tersebut, menjelaskan bahwa permasalahan terbesar terletak pada debat antara menjaga kesehatan atau tetap berjualan. Dimana warga kecil selaku pegiat UMKM umumnya menyandarkan diri pada usaha UMKM.

“Terdapat rasa pasrah pada keadaan, yaitu kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan perut, dibandingkan harus dikerangkeng oleh pembatasan aktivitas sosial,” lanjutnya.

Sementara itu, kata Alim, UMKM merupakan salah satu tulang punggung pengembangan ekonomi nasional di masa krisis moneter tahun 97-98 ketika industri-industri besar terpuruk.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img