SULSELEKSPRES.COM – Saat sejumlah tokoh meminta Permadi Arya alias Abu Janda segera dipenjara, Rocky Gerung berpendapat sebaliknya.
Tokoh oposisi tersebut justru berharap Abu Janda tak dihukum atas ucapan dugaan rasisnya terhadap aktivis HAM, Natalius Pigai.
Rocky mengaku tidak setuju jika Abu Janda di penjara. Dia menganggap Abu Janda sebagai anak-anak yang cara berpikirnya belum dewasa. Hal itu dia sampaikan sebagai kritik sekaligus sindirannya.
BACA JUGA: Rocky Gerung: Abu Janda Harus Dilindungi, Otaknya Belum Selesai Berevolusi
“Saya sih tidak setuju dia diwakafkan atau dipenjara. Karena hukum pidana menganut prinsip seseorang harus bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Itu artinya harus subyek hukum sempurna. Harus orang dewasa punya otak dan otaknya difungsikan,” kata Rocky Gerung dalam video podcast dichannel Youtube Rocky Gerung official, (31/1/2020).
“Buat kasus beliau saya kira tidak tepat, mungkin ada pengadilan tapi masukin pengadilan anak. Karena tidak dewasa cara berpikirnya,” tambahnya lagi.
Rocky menganggap bahwa cara berpikir Abu Janda belum bisa membedakan hal yang boleh dan tidak boleh. Dia menyarankan Abu Janda diwakafkan di pengadilan anak, bukan dipenjara.
BACA JUGA: Rizal Ramli: Jokowi akan Kepleset Bersama Menkeu Terbalik
“Dia harus dilindungi sebetulnya sebagai anak-anak yang otaknya belum berkembang secara sempurna. Kalau bahasa sekarang, otaknya belum selesai berevolusi, jadi dia tidak tahu kalau itu sesuatu yang buruk.” ujar dia.
Dalam video tersebut, Rocky juga menyebut bahwa Abu Janda sebagai buzzer tidak mengerti bahwa konstalasi politik telah berubah. Tidak ada lagi yang mau membelanya.
“Buzzer ini tidak mengerti bahwa konstalasi elit sudah berubah. Tidak ada lagi yang bertarung hidup mati untuk membela sang junjungan. Jadi para penjilat tidak mengerti politik berubah, masih saja sok jago akan ada yang melindungi, tidak adalah,” ungkap Rocky.
Seperti diketahui, Abu Janda terancam penjara atas dugaan tindakan rasisme terhadap Natalius Pigai. Dia dilaporkan oleh KNPI, dan dukungan agar Abu Janda dipenjara datang dari sejumlah elite partai politik.
(*)



