BONE, SULSELEKSPRES.COM – Pj. Bupati Bone A. Islamuddin hadir membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Bone Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Bappeda Kabupaten Bone.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Penguatan Determinan Perekonomian Daerah Yang Inklusif Dan Berkelanjutan” yang berlangsung di Ballroom Novena Hotel, Jl Jend Ahmad Yani, Kamis (28/3/2024).
Dalam kesempatan tersebut turut hadir yakni Kepala Kominfo Provinsi Sulawesi Selatan yang mewakili Gubernur Sul-Sel, A. Winarno Eka Putra, Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan, Pj. Sekda Bone A. Muh. Guntur, perwakilan Dandim 1407 dan Kapolres Bone.
Pj Bupati Bone Andi Islamuddin menyebutkan Musrenbang RKPD Kabupaten Bone dilakukan dengan tujuan melakukan penyempurnaan atas proses penyusunan RKPD dari para pemangku kepentingan terkait rencana kerja yang akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah Kabupaten Bone untuk anggaran tahun 2025.
“Hal ini sebagai tindak lanjut atas proses perencanaan awal RKPD tahun 2025 yang dimulai tahapannya pada Desember tahun 2023, selanjutnya disepakati dan menjadi rancangan akhir rencana kerja pemerintah daerah tahun 2025,” ujar Andi Islamuddin.
Mantan Kepala Inspektorat Daerah ini juga mengingatkan dan berpesan kepada seluruh perangkat daerah untuk segera melakukan finalisasi pentahapan perencanaan rencana kerja perangkat daerah dalam tahun rencana 2025 dalam aplikasi SIPD RI.
“Yang selama ini seiring sejalan dengan dokumen perencanaan perangkat daerah, agar betul betul diperhatikan dengan sebaik-baiknya, karena perlambatan pada proses tersebut akan berakibat pada terhambatnya rencana kerja tahun 2025,” katanya.
Sementara itu Kepala Bappeda Bone Ade Fariq Ashar, mengungkapkan Musrenbang RKPD Dimulai dari persiapan penyusunan RKPD yang kemudian dihasilkan output berupa Rancangan Awal RKPD
“Rancangan Awal RKPD ini diverifikasi hingga menjadi Rancangan RKPD. Rancangan RKPD inilah yang dibahas di Musrenbang RKPD yang kemudian jadi Rancangan Akhir yang digunakan untuk penyusunan KUA (Kebijakan Umum APBD) dan PPAS (Plafon Prioritas Anggaran Sementara),” ungkapnya.
Ade Fariq menambahkan penyusunan RKPD terdiri dari empat pendekatan, yakni pendekatan teknokratis, pendekatan partisipatif, pendekatan politis, dan pendekatan top down dan buttom up.
“Sedangkan dari sisi subtansi, penyusunan RKPD Kabupaten Bone menggunakan tiga pendekatan, pendekatan holistik tematik, pendekatan integratif, pendekatan spasial,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut diakhiri dengan penandatanganan berita acara pelaksanaan Musrembang RKPD Kabupaten Bone Tahun 2025.
Yusnadi



