25 C
Makassar
Friday, March 27, 2026
HomeHeadlineAnies Diprediksi Kehilangan Panggung Politik, Rocky Gerung Beri Saran

Anies Diprediksi Kehilangan Panggung Politik, Rocky Gerung Beri Saran

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Pendiri lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio memprediksi Gubernur Jakarta, Anies Baswedan akan kehilangan panggung politik di Pilpres 2024 mendatang.

Ramalan politik Hendri Satrio ini dia sampaikan dalam diskusi bersama pengamat politik Rocky Gerung dan Syahganda Nianggolan di channel Youtube Realita TV.

Hendri mengatakan, ada dua alasan kuat kenapa Anies Baswedan akan sulit bersaing di 2024. Pertama soal aturan atau regulasi pilkada serentak, dan status Anies sebagai figur non partai politik.

“Anies belum tentu bisa maju di 2024. Pertama peraturan pilkada serentak. Ini membuat sosok kepala daerah seperti Anies kerepotan,” kata Hendri seperti dilihat Sulsel Ekspres, (10/3/2020).

“Mas Anies akan selesai 2022 selanjutnya dilanjutkan Plt yang ditentukan pak Tito (Karnavian). Mas Anies akan kehilangan panggung politik selama 2 tahun dan tak punya kendaraan politik,” tambahnya.

Dia kemudian mencontohkan kasus mantan Panglima Gatot Nurmantyo. Dimana Gatot kehilangan panggung politik di Pilpres lalu hanya 6 bulan setelah dia melepas jabatannya. Terlebih Anies yang mesti kehilangan jabatan selama 2 tahun sebelum Pilpres digelar.

“Mas Anies ini harus bekerja sedemikian keras untuk mendapatkan porsi politiknya dia lagi. Kedua masalah kendaraan politik. Anies bukan kader dan tak punya partai,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Rocky Gerung juga memberikan tanggapan soal kans politik Anies di 2024.

Rocky mengakui adanya persoalan aturan yang bisa menyulitkan Anies. Meskipun begitu, Anies dianggap punya kelebihan lain yakni segmentasi pendukung dari pemilih muslim.

Mantan dosen UI ini kemudian memberikan saran kepada Anies untuk tetap bisa mendapatkan panggung politik di Pilpres 2024.

“Kalau tidak punya panggung, lu cari panggung diluar sebagai oposisi. Jadi komentator resmi, alternatif publik opinion,” saran Rocky.

“Dia dikenal potensial beroposisi pada Jokowi, jadi maksimalkan itu. Jadi komentator politik, beredar kemana-mana, ikuti gue ke kampus-kampus, ajari politik oposisi,” pungkasnya.

(*)

 

spot_img

Headline

spot_img
spot_img