MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah Kota Makassar melalui surat edaran Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto meminta kepada pegawai di bawah kepemimpinannya menggunakan pakaian adat tradisional pada 1 April 2019 mendatang. Hal itu dilakukan untuk memperingati Hari dab Bulan Budaya Kota Makassar.
“Bulan April kita akan terapkan itu (pakaian tradisional). Melalui ini kita ingin memperlihatkan dan memperkenalkan budaya dengan cara yang lebih menarik,” kata Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 29 Maret 2019.
BACA: Wagub Sulsel Beri Motivasi Peserta UNBK dan Literasi AlQur’an di SMA 1 Makassar
Surat edaran yang ditandatangani langsung oleh Danny Pomanto pada 18 Maret 2019 tersebut. kepala satuan kerja perangkat daerah dan camat se-Makassar, pimpinan BUMN dan BMD, perbankan, usaha swasta, hotel restoran, kepala sekolah SD hingga SMP, serta pengelola pusat peberlanjaan.
Sehingga, dengan adanya surat edaran tersebut maka dipastikan bahwa pada April mendatang Kota Makassar bakal menjadi pusat budaya. Apalagi, Danny tidak membatasi pakaian tradisional yang digunakan. Semua pakaian tradisional nusantara bisa digunakan.
Danny berharap konten pakaian adat dapat memeriahkan Hari Kebudayaan di media sosial, serta menginspirasi banyak orang untuk mengenali lebih dekat kebudayaannya. Dalam balutan busana tradisional, masing-masing diharapkan berfoto selfie lalu membagikannya ke berbagai media sosial.
Dalam surat edaran tersebut juga Danny, meminta seluruh area pelayanan publik dan konsumen memeriahkan Bulan Budaya dengan memutar lagu-lagu dan musik tradisional sebagai suara latar. Kepada pemilik usaha perhotelah dan restoran, Wali Kota berharap lebih banyak menyediakan makanan dan kue khas tradisional.
“Nuansa seperti itu diharapkan mulai diterapkan sejak 1 hingga 27 April 2019 mendatang,” jelasnya.
Penetapan Hari Budaya dan Bulan Kebudayaan Makassar pada 1 April digagas oleh Dinas Kebudayaan Kota Makassar sejak awal tahun 2019. Pemilihan waktu dipilih berdasarkan pertimbangan sejawawan, budayawan, seniman, dan tokoh masyarakat.
Hari Budaya menjadi semangat kebangkitan serta penanaman nilai-nilai budaya pada kehidupan masyarakat Makassar sehari-hari. Sebab sejak dulu masyarakat setempat dikenal akrab dengan spirit tradisional, misalnya sombere yang berarti ramah, dan to barani atau pemberani.
Penulis: M. Syawal



