26 C
Makassar
Wednesday, February 11, 2026
HomeDaerahBabak Baru Mogok Puluhan Dokter RSUD Salewangan

Babak Baru Mogok Puluhan Dokter RSUD Salewangan

- Advertisement -

MAROS, SULSELEKSPRES.COM – Bupati Kabupaten Maros Hatta Rahman, akhirnya mengintervensi kisruh pengelolaan data Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang, Maros. Ia menggeser tim pengelola data pasien sebelumnya.

“Jadi kita sepakati, operator tim cesmix diganti. Hari ini mulai diserahkan user name dan password-nya ke pihak dokter untuk akses data,” kata Hatta disela inspeksinya di RS Salewangang, Selasa (18/12/2018).

BACA: PLN Area Makassar Utara Menyalakan 100 Pelanggan Pasar Rakyat Butta Salewangang

Intervensi ini merupakan buntut dari aksi mogok pelayanan yang dilakukan puluhan dokter spesialis selama dua hari.

Menurut Hatta, kisruh penginputan data pasien terkait klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sudah begitu larut.

Akhirnya, kata Hatta pihak dokter tidak lagi memiliki akses data pasien yang telah dilayani, mereka juga tidak dapat mengetahui berapa total klaim yang menjadi hak tenaga medis.

“Kita harap tim (baru) ini bekerja maksimal karena ini menyangkut klaim BPJS,” kata dia.

BACA: Cara Mengatasi Stres yang sudah Terbukti Tidak Manjur

Hatta Rahman yang saat itu didampingi Wakilnya, Andi Harmil Mattotorang dan Ketua Komisi III DPRD Maros, Andi Rijal langsung menempuh langkah upaya mediasi antara pihak manajemen Rumah sakit dan pihak dokter.

Mediasi yang berlangsung di ruang tertutup, dan hanya dihadiri pihak manajemen rumah sakit, dokter ahli yang mogok serta rombongan bupati Maros ini berbuah hasil.

Para dokter spesialis berjanji akan kembali menjalankan tugasnya dan siap melayani masyarakat Maros, hari ini, Rabu (19/12/2018).

BACA: Tilang Elektronik Akan Diuji Coba di Makassar

“Sebenarnya persoalannya ini merupakan kesalahpahaman, antara pihak manajemen rumah sakit, dengan pihak dokter,” kata Hatta, “Mereka menganggap ada ketidaktransparansi soal pemberian jasa. Nah ini semua kita sudah cek dan kita akan perbaiki ke depannya.”

Sementara mengenai restrukturisasi manajemen RSUD Salewangang dan aliran dana klaim 5 persen dari BPJS ke tim Pusat Pengendali Pelayanan Rumah Sakit (P3RS), yang sebelumnya dituntut tim dokter kata Hatta bakal dibahas lanjut secara internal.

“Intinya, persoalan pihak dokter ini sudah ada titik temunya. Besok pelayanan akan mulai normal,” ucap Hatta.

Kala Dokter Spesialis Melumpuhkan RSUD Salewangang

Senin 17 Desember lalu, puluhan dokter spesialis dan sejumlah tenaga medis RSUD Salewangang melakukan pemogokan. Sejak itu, pelayanan konsultasi Poliklinik dinyatakan lumpuh total.

“Semua pelayanan terhadap pasien tetap berjalan seperti biasa. Kecuali Poliklinik. Dokternya ikut semua untuk aksi untuk meminta kejelasan transparansi,” kata koordinator aksi, Syahruni Syahrul.

Aksi mogok kerja ini bukan tanpa alasan, para peserta aksi mengaku pemogokan ini sebagai bentuk protes kepada pihak manajemen, yang dinilai buruk dan tidak transparan mengelola anggaran.

Pemogokan mereka berlangsung dua hari, hingga pihak manajemen RSUD Salewangang memberikan kejelasan dalam memaksimalkan layanan kesehatan.

Selain layanan, ihwal sarana dan prasarana kesehatan juga dinilai minim. Manajemen kata Syahruni selama ini tidak transparan dalam pendataan rekap pasien BPJS yang terlayani. Dari status pembayaran hingga olah data yang berujung lost record.

“Akibat ulah manajemen, kami kesulitan untuk mendapat rekap data pasien yang telah dilayani. Status pembayarannya (pun), tidak jelas,” kata dia.

Selain itu, lalu lintas proses coding, klaim, aliran dana, dan verifikasi BPJS kata Syahruni juga dinilai kacau.

Sementara, saat dihari itu sejumlah pasien masih berdatangan, namun mengetahui layanan poliklinik sudah lumpuh, mereka memutuskan pulang.

Penulis: Agus Mawan
spot_img

Headline

spot_img
spot_img