30 C
Makassar
Friday, February 20, 2026
HomeRagamBahaya Gula Darah Jika Terlalu Rendah

Bahaya Gula Darah Jika Terlalu Rendah

- Advertisement -

SULSELSELEKSPRES.COM – Pakar kesehatan menyebutkan jika kondisi kadar gula darah yang terlalu rendah juga bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan. Bahkan, kondisi ini bisa menyebabkan kematian.
Menariknya adalah meskipun diabetes lebih terkait dengan kadar gula darah yang tinggi, seringkali mereka adalah yang paling rentan terkena masalah yang dikenal sebagai hipoglikemia ini.

Beberapa gejala dari kadar gula darah yang rendah adalah badan yang gemetaran, tubuh yang terasa sangat lelah, jantung yang berdebar-debar, keluarnya keringat dingin, badan dan pikiran yang menjadi lebih gelisah, susah berkonsentrasi, mulut mulai merasakan kesemutan, perut yang terasa lapar, pandangan yang menjadi kabur, dan mudah terpancing emosinya.

BACA: Khasiat Belimbing Bisa Turunkan Tekanan Darah ?

Bagi penderita diabetes tipe 1, penurunan kadar gula darah seringkali disebabkan oleh tubuh yang kelebihan kadar insulin. Sementara itu, bagi penderita diabetes tipe 2, kondisi ini lebih sering terjadi akibat makan tidak teratur atau kurang makan sehingga membuat tubuh kekurangan kalori.

Hampir semua penderita diabetes pernah mengalami kondisi hipoglikemia ini setidaknya sekali seumur hidupnya. Masalahnya adalah jika kondisi ini sering terjadi hingga berulang-ulang kali, maka risiko untuk terkena kondisi yang lebih serius atau bahkan kematian pun meningkat.

Meskipun terlihat mengerikan, dilansir Doktersehat.com, bahwa pakar kesehatan menyebut penderita diabetes sebaiknya tidak terburu-buru mengalami ketakutan berlebihan dengan kondisi hipoglikemia yang bisa saja menyerang mereka.

BACA: Setelah Konsumsi Gula Terlalu Banyak, Ini yang Perlu Dilakukan

Kondisi ini tidak bisa begitu saja langsung terjadi. Bahkan, kasus kematian yang disebabkan oleh hipoglikemia hanya sekitar 10 persen dari total penderita diabetes.

Saat seseorang terkena hipoglikeimia, maka jantung akan mengalami peradangan. Selain itu, kondisi ini juga akan membuat risiko aterosklerosis meningkat.

Sebagai informasi, aterosklerosis bisa membuat pembuluh darah menjadi lebih kaku dan kehilangan keelastisitasannya. Hal ini bisa meningkatkan risiko terkena stroke atau serangan jantung dan berbagai penyakit kardiovaskular lainnya.

Hipoglikemia ternyata juga bisa membuat irama jantung penderitanya berubah. Jika kondisi ini hanya muncul sekali, efeknya mungkin tidak begitu terasa. Hanya saja, jika kondisinya terjadi berulang-ulang maka akan muncul gangguan irama jantung yang berbahaya atau dalam dunia medis disebut sebagai aritmia.

Jika sampai kondisi ini terjadi, maka kinerja jantung akan terganggu dan sirkulasi darah pun akan menjadi tidak normal.

Dalam dunia medis, penderita diabetes yang mengalami gangguan irama jantung disebut sebagai penderita sindrom Long QT. Jika sampai masalah ini tidak ditangani dengan baik, bisa jadi jantung tidak lagi berfungsi dan akhirnya menyebabkan kematian mendadak.

Biasanya, kasus kematian akibat kondisi ini terjadi saat tidur malam.

Karena alasan inilah penderita diabetes selalu diminta untuk mengecek kadar gula darahnya secara mandiri sebelum tidur demi mencegah datangnya kematian dini.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img