25 C
Makassar
Sunday, March 29, 2026
HomeHeadlineBandingkan dengan Habib Rizieq, Ilham Bintang: Ahok Napi Paling Nyaman

Bandingkan dengan Habib Rizieq, Ilham Bintang: Ahok Napi Paling Nyaman

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Wartawan Senior yang juga Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ilham Bintang, membandingkan perlakuan pemerintah terhadap Habib Rizieq Shihab dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Menurut dia, ada perlakuan diskriminasi terhadap Habib Rizieq dibandingkan dengan Ahok. Dimana Ahok seperti diperlakukan istimewa, sementara Habib Rizieq untuk pulang ke Indonesia saja tidak bisa.

Hal itu disampaikan Ilham Bintang saat hadir sebagai narasumber Realita TV yang tayang di Youtube. Dalam kesempatam tersebut, Ilham juga menyebut Ahok sebagai narapidana paling nyaman saat menjalani hukuman penjara.

“Dimana dia (Ahok) menjalani hukuman? Dia tidak menjalani hukuman sesuai keputusan hakim, keputusan pengadilan, tidak,” kata Ilham seperti dilihat Sulselekspres pada Jumaat, (6/12/2019).

“Maka saya mengatakan di ILC, bahwa Ahok betul sebagai pendobrak, mendobrak tatanan hukum. Dia satu-satunya napi di Indonesia memilih tempat nyaman buat dia menjalani masa hukumannya, cuma dia,” tambahnya.

Perlakuan terhadap Ahok demikian disebut sangat kontraks dengan apa yang dialami Habib Rizieq.

BACA: Mantan Napi, Rocky Gerung Anggap Ahok Tak Layak Pimpin Pertamina

“Itu juga saya jadikan Padaroks dengan Habib Rizieq, ada orang mau kembali kerumahnya tidak ada hukuman, Habib Rizieq tidak ada masalah loh. Dia pernah ada masalah hukum, tapi polisi sendiri men-SP3-kan sebelum pengadilan,” ujarnya.

Dia menganggap kalau harusnya Habib Rizieq bisa pulang ke Indonesia karena tidak memiliki masalah. “Itupun chatnya dengan perempuan tidak ada yang percaya terjadi. Mestinya tidak masalah, bisa balik,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut, pengamat politik Rocky Gerung juga hadir. Rocky ikut memberikan komentar terkait Habib Rizieq dan Ahok.

“Kita ingat bahwa Habib Rizieq itu konteksnya persaingan politik, sinopsis dari peristiwa itu semacam tukar tambah dengan Ahok didalam politik dua tahun lalu,” ujar Rocky Gerung.

(*)

spot_img

Headline

spot_img
spot_img