26 C
Makassar
Thursday, February 12, 2026
HomeMetropolisBanjir di Wajo: 1392 Hektar Sawah Terendam

Banjir di Wajo: 1392 Hektar Sawah Terendam

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel melalui Crisis Media Center di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan kembali merilis data pemutakhiran terbaru terkait bencana banjir di Wajo, Rabu (23/1/2019) pukul 19.30 Wita.

“Data ini juga merupakan rangkuman dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel dan Dinas Pertanian Sulsel,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol, Devo Khaddafi dalam keterangan tertulisnya.

Secara umum, total korban terdampak mencapai 3.914 kepala keluarga (KK) atau 5.825 jiwa.

Dari total tersebut, korban yang dinyatakan hilang sebanyak 7 orang, meninggal 9 orang, sakit 46 orang, dan mengungsi 3.321 orang.

Adapun secara umum, total kerusakan yang terdata, terdiri dari rumah rusak ringan sebanyak 25, rumah rusak sedang 2, rumah rusak berat 12, rumah terendam 2.024, rumah hanyut 32.

“Sementara rumah tertimbun ada 5, tempat ibadah 6 unit, fasilitas pemerintah 3 unit, pasar 2, jembatan 9, jalan 10.700 meter, sawah 9.761 hektare dan sekolah 12 unit,” kata Devo.

Hingga saat ini, Crisis Media Center terus melakukan pemutakhiran data menyangkut bencana yang menerjang Kabupaten Wajo.

Berikut data terkini hasil pemutakhiran yang diupdate pukul 19.30 Wita;

Kabupaten Wajo dengan jenis bencana berupa banjir dan angin kencang. Terdampak pada 994 kepala keluarga atau 1682 Jiwa.

“Kerusakan yang ditimbulkan, 360 rumah terendam air di Kelurahan/Desa Walanae, 161 rumah di Kelurahan/Desa Salotengae, 50 rumah di Kelurahan/Desa di Liu, 157 rumah di Desa Woronge, 225 rumah Kelurahan/Desa Palumae, 85 rumah di Desa Ugi, 90 Rumah di Malluselo,” tulis Devo.

Selain itu, jalan sepanjang 1000 meter di Desa Malluselo, Jalan sepanjang 100 meter di Kelurahan/Desa Salo Tengah terendam banjir.

Tak hanya itu, jalan 150 meter di Kelurahan/Desa Liu, Jalan 4500 meter Kelurahan/Desa Pallimae, jalan 1.500 meter di Desa Walanae, jalan 150 meter di Desa Sallotengah, jalan 1.000 meter di Desa Woronge, jalan 4.500 meter di Desa Pallimae, jalan 2.500 meter di Desa Ugi juga digenangi banjir.

“Sementara kami mendata kerusakan 2 tempat ibadah di Kelurahan/Desa Pallimae, 1 tempat ibadah di Desa Woronge, dan 1 tempat ibadah di Desa Salotengah,” terang Devo dalam keterangan resminya.

“2 fasilitas pemerintah masing-masing Salotengah dan Woronge, 6 jembatan di Kelurahan/Desa Pallimae, 1 jembatan di Desa Woronge, 1 jembatan di Desa Ugi.”

Selain sarana dan infrastruktur, pihak Crisis Media Center turut mencatat, 280 Ha sawah terendam di Kelurahan/Desa Pallimae, 120 Ha sawah terendam di Desa Salotengah, 700 Ha sawah terendam di Desa Woronge, 280 Ha sawah terendam banjir di Desa Pallimae, 302 Ha sawah terendam banjir di Desa Ugi, 10 Ha sawah terendam banjir di Desa Malluselo.

“Selain itu, ada juga 4 sekolah terendam banjir di Kelurahan/Desa Pallimae, 3 sekolah di Desa Sallutengah, 1 sekolah di Woronge dan 4 sekolah di Pallimae,” tutup Devo.

Penulis: Agus Mawan

spot_img

Headline

spot_img
spot_img