MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Hujan yang melanda Kabupaten Gowa sejak pagi tadi membuat beberapa titik jalan dan jembatan mengakibat banjir serta longsor. Enam orang dinyatakan meninggal, sepuluh orang belum ditemukan.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengatakan bahwa dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Gowa ada 9 kecamatan yang kena dampak banjir dan 3 kecamatan yang terkena longsor. Dan menyebabkan adanya korban jiwa.
BACA: Elevasi Bendungan Bili-Bili Kian Normal
“Terakhir sampai pukul dua tadi siang ada kurang lebih enam orang yang korban jiwa itu terbagi, dataran tinggi dan dataran rendah,” katanya, saat dikonfirmasi, Selasa (22/1/2019)
Adanya korban jiwa tersebut diakibatkan curah hujan lebat sedang disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Gowa. Serta dibukanya pintu-pintu di Bendungan Bili-bili. Sehingga, volume air yang turun ke sungai Jeneberang meningkat.
“Jika itu tidak dibuka maka akibatnya jauh lebih besar sehingga, hasil kordinasi dengan semua pihak, kita buka pintu Bendungan Bili-bili. Kalau tidak dibuka bendungan bisa jebol dan lebih bahaya,” jelasnya.
BACA: Status Bili-Bili Siaga, Kapolres Gowa Minta Warga Waspada
Namun, dia juga mengaku sebelum pintu bendungan terbesar di Sulsel itu dibuka, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pengumuman dan imbauan mengungsi kawasan hilir aliran Bili-bili disampaikan lewat berbagai saluran media.
Korban yang meninggal ada enam orang yaitu Akram Al Yusran, 3 tahun warga Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Rizal Lisantrio 48 tahun warga BTN Batara Mawang,
Sarifuddin, dan Dg Baji Warga Kecamatan Bungaya, serta 2 orang belum teridentifikasi. Bencana alam itu juga menyebabkan 4 orang luka-luka dan 10 orang hilang



