24 C
Makassar
Sunday, March 29, 2026
HomeHeadlineBerantas Begal Tanpa Tembak Mati

Berantas Begal Tanpa Tembak Mati

PenulisAgus Mawan
- Advertisement -

Pria kelahiran Barru, tangga 14 Juni 1988 ini, berpendapat main tembak mati atau main hakim sendiri, justru tidak menyelesaikan masalah. Ia lebih memilih proyeksi jangka panjang sebagai upaya preventif.

Berikut penjelasan Anhar Dana Putra dalam sesi Wawancara Khusus:

Apa penyebab, sehingga para pelaku begal berani untuk melakukan itu?

Pertama tentu saja karena keadaan mendukung; penegakan hukum dalam berlalu lintas kurang sehingga para begal bebas melakukan aksinya di jalan, jalanan sepi dan gelap di malam hari (infrastruktur tidak memadai), dan tidak ada sistem keamanan dan pencegahan kejahatan mandiri dari masyarakat yang memungkinkan masyarakat untuk bertindak sendiri untuk menghalau begal.

Bagaimana Dengan Main hakim sendiri?

Itu pertahanan diri masyarakat yang terbentuk secara alami sebagai respon kemarahan terhadap perilaku kriminal, tapi bukan itu yang saya maksud. Maksud saya lebih kepada pembekalan kepada masyarakat tentang langkah-langkah yang praktis, yang dapat diambil jika mengalami begal, bagaimana mencegahnya, dan bagaimana rehabilitasinya jika telah menjadi korban.

Dan itu semua dilakukan tanpa harus bergantung kepada aparat. Jadi masyarakat bisa resilien (Kemampuan masyarakat untuk menghadapi, mencegah, meminimalkan dan bahkan menghilangkan dampak-dampak yang merugikan) terhadap kriminalitas. Semacam P3K, tapi ini terhadap kriminalitas.

Penyebab lainnya seperti apa?

Dari sisi pelaku begal itu sendiri; jika pelakunya adalah remaja, itu sangat besar dipengaruhi oleh teman sebayanya, remaja pada umumnya akan selalu berusaha berperilaku sesuai dengan perilaku teman sebayanya. Sederhananya itu, adalah pengaruh dari teman sepergaulan.

Selain itu, ada satu penelitian yang bilang, bahwa remaja itu memang memiliki trait (sifat) sensation seeking (mencari sensasi) yang tinggi. Remaja suka melakukan hal-hal yang dapat memicu adrenalin untuk mengeksplor dirinya.

Bagaiman Menurut Anda soal perintah Kapolri?

Begal memang sangat meresahkan dan pemerintah memang harus melakukan segala cara untuk menghilangkan begal, tapi menembak mati pelaku begal saya pikir bukan salah satunya.

Selain itu (menembak mati) mencederai hak asasi manusia yang memang dijunjung tinggi dalam masyarakat demokrasi, para pelaku begal, khususnya yang remaja, melakukan tindakan itu bisa jadi bukan karena mereka jahat, tapi karena keadaan memaksa mereka, atau peran dan ekspektasi sosial yang menuntut mereka melakukan itu.

Jadi langkah tepat selain membina masyarakat dalam menanggulangi begal, untuk pemerintah khususnya terhadap aparat, langkah seperti apa yang mesti dilakukan?

Ya, tentu saja ini seharusnya menjadi kerja-kerja kolaboratif, kerja sama seluruh elemen, sebab begal ini, adalah masalah struktural. Harus ada itikad mulai dari pemerintah hingga masyarakat untuk bergerak bersama.

Pemerintah melalui aparat penegak hukum meningkatkan law enforcement (penegakan hukum) dalam berlalu lintas, sehingga orang-orang bisa berlalu lintas dengan tertib dan aman. Pemerintah kecamatan,desa, atau kota merevitalisasi jalan-jalan rawan yang sepi dan gelap.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img