BONE, SULSELEKSPRES.COM – Tim SAR Basarnas Kabupaten Bone yang dikoordinir Andi Sultan bersama Tim SAR Yon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel yang dipimpin Bripka Muh Idrus melakukan pendataan di wilayah Kabupaten Wajo yang terkena dampak banjir pada Minggu (16/06/2019) kemarin.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Tim SAR gabungan diantaranya, untuk ketinggian air masih mencapai 30-260 cm yang ada di 8 Kecamatan, 22 Kelurahan dan 58 desa di Kabupaten Wajo. Sementara pada lahan pertanian terkena dampak banjir berkisar 8.007 Ha sawah, 2.484 Ha Kebun, dan 135 Ha Tambak.
Sedangkah Infrastruktur Jalan 717,70 km, Jembatan 35 unit, Masjid 40, Sekolah 66, Tanggul 306 m, dan 40 kantor.
Koordinator Basarnas Kabupaten Bone, Andi Sultan, mengungkapkan, sebelum Tim SAR Basarnas Kabupaten Bone bersama Tim SAR Yon C Pelopor Sat Brimob Polda berangkat ke Kabupaten Wajo, terlebih dahulu dirinya menerima info dari Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo, Ardiansyah, pada hari ini Minggu (16/06/2019) sekira pukul 09.30 Wita.
Menurut Andi Sultan, berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Wajo, ketinggian banjir semakin meningkat dan meluas. Saat ini ketinggian air dibendung gerak Tempe mencapai sekira 7,5 meter dari kondisi normal 4 meter.
“Di perumahan warga, ketinggian air antara 210 cm – 310 cm dan beberapa warga sudah dievakuasi ke rumah keluarganya dan pos pengunsian oleh BPBD Wajo, namun karena terbatas sarana maka BPBD Wajo meminta bantuan untuk proses evakuasi warga,” ungkap Andi Sultan Senin, (17/06).
Diketahui, Tim SAR Basarnas Kabupaten Bone dan Yon C Pelopor Sat Brimob Polda langsung menindak lanjuti informasi dan permintaan bantuan BPBD Kabupaten Wajo tersebut dengan berangkat dari Pos SAR Bone menuju ke Kabupaten Wajo sekira pukul 09.45 Wita dengan menggunakan truk dan membawa perlengkapan/peralatan SAR. (*)
Laporan: Yusnadi



