MAKASSAR, SULSELEKPRES.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengatakan bahwa salah satu penyebab banjir khususnya di Sulsel karena banyaknya tambang yang berada di hulu sungai Jeneberang di Kabupaten Gowa.
Menurutnya, vegetasi di kawasan hulu sudah habis sehingga daerah resapan yang ada sudah sangat berkurang. Sehingga, katanya, kawasan hulu tersebut fungsi konservasinya harus dikembalikan.
BACA: BNPB Beri Santunan Dana Rp1,15 Miliar Operasional Tanggap Darurat
“Salah satu penyebab banjir selain cuaca ekstrem adalah adanya tambang di hulu Sungai Jeneberang. Dan hutan juga,” katanya, saat ditemui usai memantau banjir yang ada di Perumnas Antang, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kamis 24 (24/1/2019).
Olehnya itu dia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Sulsel harus bersau untuk bisa menuntaskan persoalan tambang di hulu Sungai Jeneberang yang terletak di Kabupaten Gowa.
BACA: Cerita Sedih Nenek Nurjannah Selamatkan Cucu Ditengah Kepungan Banjir
“Harus ada komitmen dari pemerintah dan masyarakat. Jadi masyarakat jangan lagi mengambil pasir di wilayah hulunya sungai Jeneberang,” katanya.
Persoalan tambang di hulu Sungai Jeneberang yang berada di Kecamatan Parangloe, tersebut juga harus dibuatkan aturan yang keras dan kuat. Dan masyarakat harus sadar untuk tidak mengambil pasir disana.
“Harus dibuatkan aturan yang keras dan kuat dengan sanksi yang tegas. Masyarakat juga harusnya tidak boleh membeli pasir yang berasal dari kawasan hulu,” jelasnya.
Lanjutnya, jika tambang pasir di Sungai Jeneberang terus dilakukan maka di tahun-tahun akan datang kondisi banjir jauh lebih besar dari apa yang terjadi saat ini.



