29 C
Makassar
Friday, March 13, 2026
HomeNasionalBPN Sebut Pertanyaan Mobile Legends ke Prabowo Bukti Gagalnya Blusukan Jokowi

BPN Sebut Pertanyaan Mobile Legends ke Prabowo Bukti Gagalnya Blusukan Jokowi

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Pertanyaan Jokowi kepada Prabowo dan Sandiaga seputar rencana pengembangan gim Mobile Legends (ML) di Indonesia dalam debat final Pilpres 2019, Sabtu (13/4/2019), mendapat respons dari BPN.

Andre Rosiade, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai, pertanyaan yang dilontarkan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo, bukti bahwa dia gagal memahami kondisi rakyat saat ini.

Padahal, kata dia, sejumlah warga saat ini mengeluhkan tarif listrik yang dinilai tinggi. Karena itu, ia justru merasa heran dengan kegiatan blusukan yang selama ini dilakukan petahana.

“Jokowi blusukan ke mana-mana kok gagal mendapat aspirasi masyarakat,” kata Andre, seperti dilansir dari CNNIndonesia, Minggu (14/4/2019).

Menurut Andre, apa yang dibahas Jokowi dalam debat tidak menyentuh persoalan masyarakat. Hal itu, justru ia nilai jauh beda dengan pembahasan yang disodorkan Prabowo-Sandiaga.

“Jokowi sibuk ngawang-ngawang. Dia sibuk cerita Mobile Legends, di saat petani susah dapat pupuk di saat petani susah waktu panen ada impor. Sementara itu, Pak Prabowo sibuk dengan kondisi real masyarakat,” ucap Andre.

Sementara itu, Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, pasangan calon nomor urut dua memang tidak terlalu agresif berbicara soal pengembangan games, terlebih mengenai Mobile Legends.

Adi menilai, Prabowo dan Sandiaga lebih mengutamakan pembahasan isu konvensional.

“Isunya masih konvensional dan tradisional. Karena sektor strategis memang ada di pedesaan, pertanian, nelayan, dan perkebunan. Yang online-online (e-sport) begitu belum terlampau diprioritaskan,” ucap Adi.

Adi menganggap, saat sekarang Jokowi sedang berupaya mengikuti tren salah satunya yang berkaitan dengan teknologi.

“Pasangan 01 lebih banyak bicara pentingnya teknologi digital sebagai upaya menciptakan lapangan kerja sektor informal. Trennya sedang naik,” kata Adi.

 

Penulis: Agus Mawan

spot_img

Headline

spot_img
spot_img