SULSELEKSPRES.COM – Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, meminta kepada masyarakat agar tidak terlalu terbawa perasaan atau ‘baper’, menyangkut kasus penangkapan calon legislatif Gerindra yang diduga melakukan serangan fajar Pemilu 2019.
“Menurut saya tolong ingatkan semuanya, tapi jangan terlalu baper. Ini biasalah kami dihalang-halangi. Tapi jangan menyurutkan semangat dari relawan karena ini logistik untuk di masing-masing TPS,” ujar Sandi usai salat subuh berjemaah di Masjid At-Taqwa, Jakarta, dikutip dari CNNIndonesia, Rabu (17/4/2019).
Sandi menilai, penangkapan itu merupakan hambatan yang harus diterima sebagai penantang dari kubu petahana. Meski begitu, ia juga tak mau berprasangka buruk dan tetap melihat peristiwa itu sebagai proses dari demokrasi.
“Kami sekarang dalam posisi penantang, hambatan seperti ini sudah harus diantisipasi sebetulnya. Tapi kami khusnudzon saja bahwa ini tentu bagian dari demokrasi,” kata Sandi.
Sebagai informasi, pada H-1 pencoblosan Pemilu 2019, polisi menangkap sejumlah orang yang diduga akan melakukan politik uang. Orang yang ditangkap tersebut beberapa di antaranya adalah caleg Gerindra.
Penangkapan salah satunya dilakukan di Jawa Timur. Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan dalam penangkapan tersebut pihaknya mengamankan uang sebesar Rp1 miliar yang dibawa dua orang calon legislatif dari Partai Gerindra.
“Dua orang diamankan. Pengakuannya dari salah satu partai untuk kegiatan politik. Lamongan (dari) Gerindra. Itu caleg,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Surabaya, Selasa (16/4) kemarin.
Selain di Jawa Timur, penangkapan caleg Gerindra juga dilakukan di Nias. Masih dugaan sama, dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan duit sebesar Rp60 juta dari caleg Gerindra bersama tiga orang tim suksesnya.
Keempat orang yang diamankan, adalah seorang caleg DPRD Provinsi Sumut Dapil 8 Kepulauan Nias dari Partai Gerindra nomor urut 5 bernama Damili R Gea alias Ama Wahyu (54). Damili juga menjabat Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga di Nias.
Sedangkan tiga orang tim sukses yang diamankan masing-masing Meliedi Harefa alias Ama Wiwin (37), Kesaktian Telaumbanua alias Kesa (18), dan Fatolosa Lase alias Ama Eva (55) warga Desa Berua Kecamatan Namohalu Esiwa Kabupaten Nias Utara.
“Telah diamankan empat orang sekira pukul 02.30 WIB di Jalan Sirao Nomor 07 tepatnya di Posko Relawan Partai Gerindra di Kelurahan Pasar Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli,” kata Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut MP Nainggolan, Selasa (16/4/2019).



