GOWA, SULSELEKSPRES.COM – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof H M Nurdin Abdullah menghimbau kepada seluruh masyarakat baik di Gowa maupun di Kota Makassar agar tidak percaya dengan hoax mengenai Cekdam Bili-Bili yang di ambang batas. Karena, saat ini Cekdam Bili-Bili masih berada dibawah batas normal debit air.
“Khusus untuk masyarakat kota Makassar harus tahu betul bahwa cekdam Bili-Bili ini masih jauh dari tampungan normal, ketinggian untuk mencapai level normal, masih butuh 17 meter lagi,” kata Prof Nurdin Abdullah saat meninjau Cekdam Bili-Bili, bersama Kepala Balai Pompengan, Selasa, 7 Januari 2020.
“Kalau kita lihat hari ini kaya kondisi saat kemarau, jadi tidak usah khawatir ada berita mengatakan bahwa Cekdam Bili-Bili sudah berada di ambang batas normal,” tambah alumni Fakultas Kehutanan Unhas Makassar ini.
Sosok dengan sejuta karya ini menjelaskan, dari 200 juta lebih kapasitas tampungan air Cekdam Bili-Bili, namun saat ini hanya menampung 70 juta meter kubik air, jadi masih jauh dari batas normal debit air. Bahkan pembangkit listrik tenaga air nggak bergerak karena kebutuhan airnya berkurang.
“Jadi mohon kepada seluruh masyarakat untuk mengerti jangan terlalu percaya hoxs karena itu menyesatkan. Hari ini kita berada di Dam Bili-Bili ini yang menjadi penahan air untuk menuju ke kota,” harap mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini.
Menurut tokoh pembangunan daerah terisolir di Sulsel ini, tinggal bagaimana sekarang masyarakyat yang ada di hulu ini, betul-betul menjaga kelestarian hutan yang ada. Cukuplah yang kritis ini terus bertambah.
“Harapan kita harusnya konservasi lebih kencang lagi supaya penutupan lahan kita capai penutup lahan yang normal. Sekali lagi saya tegaskan bahwa Cekdam Bili-Bili ini bahkan kekurangan air, bukan berada di ambang batas, kita ini kekurangan air di Bili-Bili,” pungkasnya.
Selasa, 7 Januari 2020
Humas Pemprov Sulsel



