24 C
Makassar
Sunday, February 15, 2026
HomeMetropolisDaeng Uki: Kita Bersyukur Ada yang Tanam Sayur di Stadion

Daeng Uki: Kita Bersyukur Ada yang Tanam Sayur di Stadion

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Presiden Laskar Ayam Jantan (LAJ), Daeng Uki, merasa bersyukur masih ada pihak yang mau melakukan aktivitas dengan menanam sayur di stadion Andi Matalatta, Mattoanging, kota Makassar.

Menurut Daeng Uki, dengan adanya pihak yang menanam sayur di stadion, berarti masih ada yang perduli dengan kondisi stadion.

“Kemarin saya melihat postingan, katanya kondisi stadion terbengkalai dan ditanami sayur. Kalau saya menilai sisi positifnya saja bos,” buka Daeng Uki.

“Kita kan tidak tahu sampai kapan kondisi ini terjadi. Kita bersyukur lah masih ada orang yang mau perhatikan stadion,” lanjutnya, saat dikonfirmasi Sulselekspres.com.

Daeng Uki menambahkan, harusnya semua pihak bersyukur. Sebab hasil panen sayuran juga bukan untuk dikomersilkan, melainkan dibagi-bagi secara gratis kepada masyarakat.

“Ya bersyukur lah masih ada yang mau manfaatkan. Dan hasil-hasil sayuran itu bukan untuk dikomersilkan. Itu kan dibagi-bagi ke masyarakat sekitar stadion,” terang Daeng Uki, Senin (1/6/2020).

Hal itu dinilai baik, sebab stadion bisa difungsikan sebagai ladang amal, terlebih dalam kondisi sulit ditengah pandemi Covid-19.

Selain itu, dengan adanya ladang sayur di dalam stadion, Daeng Uki menilai setidaknya bisa merawat rumput di area depan tribun penonton, sebab itu bisa menghemat biaya perawatan.

“Bayangkan kalau tidak dikelola seperti itu, bagaimana tingginya rumput sekarang. Kalau mereka mau potong itu rumput, mereka harus keluarkan biaya beli bensin, beli apa semua. Itu kan butuh biaya, sementara tidak ada pemasukan.”

Dengan begitu, Daeng Uki menganggap langkah yang diambil penanam sayur tersebut sudah benar. Hal itu akan keliru jika ia menanam di tengah lapangan dan yang ditanam tumbuhan jangka panjang.

“Nah kalau dia menanam di tengah lapangan, itu sudah tidak etis, dia sudah salah,” terang orang nomor satu LAJ tersebut.

“Apalagi dia manfaatkan untuk tanaman jangka pendek. Dua bulan bisa dipanen, bukan pohon mangga, pohon kelapa, yang jelas mengganggu. Ini kan tidak, jadi kita ambil sisi positifnya saja bos,” tutup Daeng Uki.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img