MAKASSAR SULSELEKSPRES.COM – Dinas Kebakaran (Damkar) Kota Makassar mengirimkan personil bantuan untuk melakukan pemadaman titik api kebakaran hutan dan lahan (Kahutla) yang terjadi di Kawasan kaki Gunung Lompobattang, Kabupaten Gowa, Sulsel. Sebanyak 15 personil telah berangkat sore ini, Rabu (23/10/2019).
Kepala Operasional Damkar Makassar, Hasanuddin mengatakan pengiriman personil ini dilakukan atas permintaan Damkar Kab. Gowa. “Atas seiizin Kadis Damkar Gowa memberikan bantuan tenaga yang tergabung dalam tim potensi bencana karhutla,” ungkapnya
Menurut Hasanuddin, Damkar Makassar hanya mengirimkan personil saja, tanpa bantuan armada. “Bantuan tenaga yg kita kirim. Akses ke lokasi naik gunung tidak memungkinkan armada untuk sampai ke lokasi,” jelas Hasanuddin saat dikonfirmasi, Rabu (23/10/2019).
Berdasarkan informasi yang diperoleh pihak Damkar Kota Makassar, bahwa proses pemadaman titik api terkendala oleh akses sumber air.
“Dilokasi, Sumber air sangat susah… pola pemadaman saat ini menggunakan jet shooter dan pembakaran balik untuk memutus rambatan api, itu dikondisikan karena kecepatan angin sangat tinggi,” imbuhnya.
Kebakaran hutan yang terjadi di Kawasan kaki Gunung Lompobattang, Kabupaten Gowa, Sulsel, sejak minggu 20 oktober 2019, tiga hari yang lalu masih menyisakan 2 titik api dari total 16 titik api.
Desa Rappo Lemba Kecamatan Tompobulu, salah satu desa yang terdampak Kahutla di Kaki Gunung Lompobattang. Kepala Desa Rappo Lemba, Abd Harin Dg Tompo mengatakan pihaknya dibantu oleh Pemda terus mengerahkan masyarakat berusaha memdamkan api di titik yang terisa.
“Kami hanya mengatasi api yang ada di atas gunung. Akan tetapi kemungkinan masih ada sisa potongan kayu yang terbakar sehingga api itu menyebar ditambah angin yang begitu kencang,”jelas Abd Harin Dg Tompo.
Sejauh ini, menurut Abd Harin, kejadian ini tidak menelan korban jiwa, namun total rumah yang rusak berat sebanyak 107 rumah dan keluarga yang mengungsi sebanyak 50 KK.



