25.4 C
Makassar
Thursday, April 2, 2026
HomeMetropolisDanny Pomanto Bakal Buat 20 Video Kampanyekan Jokowi - Ma'ruf Amin

Danny Pomanto Bakal Buat 20 Video Kampanyekan Jokowi – Ma’ruf Amin

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Tim pemenangan pasangan calon presiden nomor urut 01 terus berupaya untuk menarik suara di pemilihan presiden (Pilpres) yang rencananya akan digelar pada 17 April 2019. Tim Pemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin akan membuat 20 video untuk mengampanyekan paslon tersebut.

“Saya akan produksi 20 video untuk kampanyekan pak Jokowi – Ma’ruf Amin,” kata Tim Kampanye Pemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin, Moh. Ramdhan Pomanto, di Makassar, Minggu (3/3/2019).

20 video tersebut diproduksi untuk memberikan pilihan yang tepat bagi masyarakat. Karena dalam pemilu 2019 ini, para calon pemilih harus cerdas dalam melihat. Dengan melihat track record dan kerja yang telah diperbuat setiap paslon.

Danny Pomanto yang juga Wali Kota Makassar itu mengatakan bahwa di pemilu 2019 ini serangan hoaks atau berita bohong akan sangat marak. Sehingga, dibutuhkan cara khusus untuk menangkal hal itu, dan salah satunya adalah dengan membuat video yang bisa dilihat oleh semua kalangan.

Danny mencontohkan bahwa pada pemilihan tahun 2018 lalu.  Khususnya, pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar serangan hoaks sangat gencar dilakukan. Yang berakibat dirinya didiskualifikasi.

Posisinya sebagai petahana yang gugur kemudian tergantikan dengan kotak kosong. Dalam perjalanannya, paslon yang menjadi lawan Danny sebelumnya, Munafri Arifuddin – Racmatika Dewi saat itu tumbang. Kotak kosong dinyatakan menang telak dengan perolehan suara terbanyak.

“Sama mirip ini di (sebarkan) hoax (kabar bohong) apa segala macam. Tapi, masyarakat (waktu itu) cerdas. Makanya, saya ingin merefresh kecerdasan masyarakat Makassar terhadap banyak hoax yang menimpa Pak Jokowi,” jelasnya.

Namun, sebelum melakukan semua rencana yanh telah disiapkan tersebut. Dirinya terlebih dahulu bakal berkonsultasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menghindari ada jeratan hukum.

“Konten videonya banyak (beragam) nanti. Cuman nanti videonya saya minta diasistensi saja Bawaslu dulu,” ungkapnya.

Penulis: M. Syawal

 

spot_img

Headline

spot_img
spot_img