MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Mantan walikota Makassar, Danny Pomanto, menyayangkan pembatalan pelaksanaan Makassar International Eight Festival (F8), yang dilakukan oleh pemerintah kota Makassar.
Diketahui beberapa waktu lalu pemerintah kota Makassar, dalam hal ini melalui Dinas Pariwisata telah mengonfirmasi bahwa event F8 tidak akan dilaksanakan tahun ini.
Pembatalan tersebut dilakukan karena persoalan anggaran yang akan digunakan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur kota, khususnya pembangunan tol di sepanjang jalan A.P. Pettarani.
Menanggapi hal tersebut, Danny Pomanto turut angkat bicara, dengan melakukan dialog terbuka dan mengundang beberapa kurator, seniman, dan para pedagang yang terlibat dalam event F8.
Dalam agenda tersebut, mantan partner Daeng Ical tetsebuy mengatakan bahwa F8 adalah Siri’ bagi warga Makassar. Ia juga mengatakan bahwa F8 sudah menjadi milik warga, bukan perseorangan.
“Jadi F8 ini adalah karya monumental yang sudah jadi milik warga Makassar. F8 ini Siri’nya Makassar. Jadi ini bukan soal Danny Pomanto lagi, tapi soal kepentingan orang banyak,” ujarnya.
Ia bahkan mengatakan jika pemerintah kota Makassar tidak punya biaya dan tidak sanggup membiayai F8, dirinya siap untuk menggalang dana dan melaksanakan F8 tahun ini.
“Kalau pemkot tidak punya uang, nanti kita biayai sendiri. Kita galang sponsor untuk ini,” lanjutnya.
“Biaya F8 ini kan sekitar 3 milliar lebih, dan tahun lalu kita bisa dapat pemasukan sekitar 113 milliar. Ya tidak apa-apa, nanti kalau ada pemasukan lebih kita kasih ke pemerintah kota saja,” tegasnya.
Rencananya, F8 akan tetap digelar pada akhir bulan Oktober mendatang dan akan mengundang presiden Republik Indonesia, Jokowi, untuk hadir di acara tersebut.



