MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah Kota Makassar mencanangkan Hari Kebudayaan Kota Makassar, Senin (1/4/2019). Dalam rangka pencanangan itu, jajaran pemerintah maupun non-pemerintah memakai baju adat. Tanpa terkecuali pelajar dan guru-guru.
Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto mengatakan bahwa pencanangan tersebut guna untuk memperkenalkan kepada seluruh masyarakat, khususnya anak-anak terhadap budaya bangsa Indonesia.
“Tujuannya kita ingin menanamkan dan mengenalkan tentang budaya kepada anak-anak kita. Bukan hanya budaya di Sulsel, tapi seluruh budaya Indonesia,” kata Danny Pomanto, Selasa (2/4/2019).
Danny juga mengatakan bahwa dijaman sekarang ini dengan teknologi 4.0. Menjadikan seluruh masyarakat untuk lebih maju dalam hal kebudayaan. Karena kebudayaan merupakan identitas dan kekayaan bangsa.
Melalui pencanangan hari kebudayaan diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai budaya kepada siswa-siswi. Sehingga, materi terkait budaya di sekolah bisa ditingkatkan sehingga identitas orang Indonesia terjaga melalui siswa sekolah.
“Budaya adalah identitas kita, kekayaan kita. Jadi, kita akam fokus untuk meningkatkan pengenalan budaya kepada siswa,” jelasnya.
Selama sebulan akan ada kegiatan berkaitan dengan seni dan budaya. Di antaranya pertunjukkan seni budaya Dance at the museum mulai di Museum Kota Makassar, juga dirangkaikan Forum Discussion (Ethnic Acitivites) yang berlangsung 4 sampai 20 April.
Pada 6 April 2019 akan ada malam festival seni budaya berupa maestro menari, theatre of Makassar, Makassar Ma’lipa. Selain itu, ada Festival Kuliner Tradisional 13 April 2019 di Museum Kota Makassar lalu dilanjutkan 27 April di Benteng Forth Rotterdam.



