23 C
Makassar
Thursday, March 26, 2026
HomeHeadlineDapat Dukungan Disdik, 300 Aktivis Bersiap Adang Pemutaran Film Dilan 1991

Dapat Dukungan Disdik, 300 Aktivis Bersiap Adang Pemutaran Film Dilan 1991

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – 300 aktivis yang tergabung dalam Komando Mahasiswa Merah Putih (Kompi) Sulsel, diklaim siap turun tangan menghalau pemutaran film Dilan 1991 pada 28 Februari besok.

Terlebih setelah aksi unjuk rasa Kompi Sulsel mendapat dukungan dari pemerintah setempat melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar.

“Percayalah, dihati saya dan teman-teman semua sama. Ingin memperjuangkan kemuliaan pendidikan di Makassar,” kata Kepala Disdik Kota Makassar, Abdul Rahman Bando saat menerima demonstran Kompi di kantornya, Rabu, (27/2/2019).

Baca Juga:

Bakal Geruduk Mall, Ini Alasan Film Dilan 1991 Ditolak di Makassar

Film Dilan 1991 Ditolak di Makassar, Mahasiswa Ancam Kepung Mall

Foto Cantik dan Seksi Vanesha Prescilla, Pemeran Milea dalam Fim Dilan 1990

Menurut dia, anak-anak didik di sekolah harus diberikan suasana kondusif. “Pendidikan bukan cuma diruang kelas, jadi ketika ada kreasi anak bangsa harusnya juga memperhatikan etika moral dan budaya yang kita anut,” katanya.

Dia menegaskan sikap dukungannya agar ada koreksi dan evaluasi terhadap pemutaran film Dilan 1991 tersebut.

“Ini Kontrol sosial dari hasil kreasi sineas-sineas kita. Karena menurut kajian teman-teman ada yang tidak berkesusaiaan dengan peradaban kita, saya kira sangat mengapresiasi dan mendukung apa yg disuarakan hari ini untuk kita lanjut kelembaga berikutnya untuk bisa mengoreksi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kompi Sulsel Fajar Baharuddin mengatakan, akan ada sekitar 300 aktivis disiapkan untuk melakukan demonstrasi di Mall yang di Makassar 28 Februari besok.

“Aksi hari ini baru pra konsolidasi yang turun 100an orang, besok anak-anak sampai 300an siap boikot bioskop,” kata Fajar.

Menurut dia, hadirnya film Dilan yang dibintangi Vanesha Prescilla dan Iqbaal Ramadhan ini dianggap meningkatkan kekerasan didunia pendidikan.

“Tindakan amoral dan asusila didunia pendidikan itu meningkat. Intinya hadirnya film Dilan itu kemudian mengikabatkan tingkat kekerasan didunia pendidikan meningkat,” katanya.

Film Dilan dia sebut tidak sesuai dengan budaya Bugis-Makassar. “Di Sulsel kita sangat memegang teguh budaya ketimuran yang sangat santun,” katanya.

“Hari ini pra kondisi untuk menolak hadirnya film 1991, besok kami akan massif mengelilingi seluruh mall untuk menolak hadirnya film dilan,” pungkas Fajar.

(*)

spot_img

Headline

spot_img
spot_img