SULSELEKSPRES.COM – Denny Siregar menyebut lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak penting.
Hal itu dia sampaikan dalam salah satu cuitan Twitternya saat menanggapi artikel soal penolakan Sekjen MUI Anwar Abbas atas program sertifikasi penceramah yang rencananya akan dilakukan Kementrian Agama.
“Mundur aja sekarang, pak… Gak penting juga anda disana. Bahkan MUI nya pun gak penting juga..Sungguh,” kata Denny Siregar memberi tanggapan atas ancaman mundur Anwar Abbas dari MUI jika sertifikasi dilakukan.
Tak hanya itu, dalam cuitan lain Denny juga mengkampanyekan tagar pembubaran MUI. Dia menganggap kalau lembaga MUI saat ini dihuni oleh banyak kadrun.
“Pak @Kemenag_RI.. Saran saya, tetap saja sertifikasi penceramah agama. Jangan perdulikan MUI, banyak kadrunnya. Ulama yg bersertifikasi itulah yang boleh ceramah di lingkungan pemerintahan/BUMN. Lindungi dulu negara yang penting dr ustad kadrun. MUI ?? EGP !! #BubarkanMUI,” katanya.
Pak @Kemenag_RI..
Saran saya, tetap saja sertifikasi penceramah agama. Jangan perdulikan MUI, banyak kadrunnya.
Ulama yg bersertifikasi itulah yang boleh ceramah di lingkungan pemerintahan/BUMN. Lindungi dulu negara yang penting dr ustad kadrun.
MUI ?? EGP !!#BubarkanMUI
— Denny siregar (@Dennysiregar7) September 5, 2020
Menteri Agama Fachrul Razi sebelumnya mewacanakan membuat program sertifikasi penceramah bagi semua agama. Sertifikasi disebut untuk membuat para penceramah memiliki bekal wawasan kebangsaan dan sebagai upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme.
Wacana ini yang kemudian ditanggapi Sekjen MUI Anwar Abbas. Dia mengancam akan mundur dari jabatannya jika sertifikasi penceramah dilakukan.
“Bila hal ini terus dilaksanakan dan teman-teman saya di MUI menerimanya, begitu program tersebut diterima oleh MUI, maka ketika itu juga saya Anwar Abbas tanpa kompromi menyatakan diri mundur sebagai Sekjen MUI,” kata Anwar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/9/2020) dikutip dari CNN Indonesia.



