MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Nama eks pemain bertahan PSM Makassar yang saat ini berseragam Arema FC, Taufik Hidayat, tentu tidak asing lagi di dunia sepakbola Indonesia.
Permainan ciamik kerap ditunjukkan bek sayap kiri yang biasa membantu peran pemain depan dalam melakukan serangan ke area pertahanan lawan, tidak jarang berujung pada assist, bahkan gol ke gawang lawan.
Penampilan apiknya tersebut yang membuat sederet tim papan atas Indonesia kepincut mendapatkan tanda tangannya, seperti PEIS Semarang, Bali United, PSM Makassar, dan timnya saat ini, Arema FC.
Akan tetapi banyak yang tidak tahu perihal motivasi besar, semangat, dan kerja keras yang dirintis Taufik. Karirnya saat ini tentu tidak lepas dari proses belajar panjang, baik secara otodidak, maupun dari pihak lain, seperti pemain idola dan publik figur.
Salah satu figur yang menjadi inspirasi Taufik dalam berkarir di dunia sepak bola justru datang dari penyanyi campursari legendaris Indonesia, Didi Kempot.
Di mata Taufik, pelantun tembang Stasiun Balapan tersebut merupakan sosok yang inspiratif, ramah, ulet dalam bekerja keras, dan tentunya kreatif.
Bahkan pemain kelahiran (20/3/1993) tersebut mengaku sudah ngefans dengan Didi Kempot dan menjadi Sobat Ambyar sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Ngefans banget mas. Ada banyak pelajaran mas yang saya ambil dari beliau (Didi Kempot). Terutama keramahannya dan kegigihannya dalam berkarir,” ujar Taufik saat dikonfirmasi reporter Sulselekspres.com, Jumat (8/5/2020).
“Walaupun dulu mungkin lagu campur sari dikesampingkan, tidak setenar pop dan dangdut, tapi dia tetap konsisten, dan baru akhir-akhir ini beliau muncul lagi dengan fans Sobat Ambyarnya,” lanjut Taufik.
“Makanya, dengan kegigihannya itu menjadi suatu inspirasi buat berkarir di bidangku, sepakbola. Ataupun nantinya kalau sudah gantung sepatu, dalam bidang apa pun tetap saya pakai kegigihan itu. Dihujat tidak jatuh, dihina tidak tumbang. Intine terjang sampai bener-bener buntu,” terang Taufik dengan dialeg Jawanya.
Taufik juga mengenang momen spesial bersama rekan-rekannya saat menyaksikan konser Didi Kempot. Akan tetapi ada beberapa hal yang ia sayangkan, salah satunya belum pernah foto bareng dengan sang legenda.
“Kalau peristiwa berkesan bareng pakde gak ada mas. Tapi yang seru ya pas nonton konsernya aja itu, bareng temen-temen. Sayangnya gak ada foto bareng mas,” ujar pemain 27 tahun tersebut.
Tidak lupa bapak satu anak tersebut mengirimkan doa kepada mendiang Didi Kempot, dan memberikan semangat kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga tabah dan ikhlas. Untuk almarhum Pakde semoga tenang di sana. Ditempatkan di surganya Allah SWT, Amin.”
“Karyamu akan selalu jadi kenangan terindah buatku dan para Sobat Ambyar khususnya. Takkan tergantikan di hati pencintamu. Selamat jalan Pakde,” tutup Taufik.



