MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Salah satu Korban Gempa dan Tsunami Palu, Sandra (46), mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Senin (1/10/2018) sekitar pukul 10.30 Wita.
Direktur Utama RS Wahidin Sudirohusodo, Khalid Saleh, mengatakan bahwa dari informasi terakhir yang di dapatnya dari rumah sakit, Sandra yang sejak Minggu (30/9/2018) dirawat telah meninggal dunia.
“Sandra (46) yang dirawat sejak kemarin, telah meninggal di ruang UGD RS Wahidin sekitar Pukul 10.30 Wita,” katanya, saat ditemui di Lanud Sultan Hasanuddin.
Dia menjelaskan bahwa korban Gempa dan Tsunami di Palu tersebut meninggal lantaran mengalami Syok atau kejang-kejang. “Dia mengalami syok sepsis atau kejang-kejang yang berulang,” jelasnya.
Dia juga mengatakan bahwa saat pertama kali tiba di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo setelah cukup lemah dan kejang. Dan kondisinya terus menurun hingga meninggal dunia.
Dia sempat dirawat di ruang rawat inap namun karena kondisi yang terus turun maka dia (Sandra) kemudian dipindahkan di ruang UGD untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
Tidak hanya itu, kata Khalid, sebanyak empat korban luka-luka atau patah tulang juga saat ini sedang dioperasi di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo.
“Bahkan ada perintah dari Dirjen Pelayanan Kesehatan bahwa saat ini yang mengalami luka berat harus dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo,” jelasnya.



