MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM– Dihadapan seluruh peserta Konferensi Nasional ke 5 Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah kenalkan filosofi hidup rukun masyarakat Sulsel.
Dalam sambutannya, Nurdin Abdullah menyampaikan, masyarakat Sulsel memakai dua filosofi hidup untuk merawat kerukunan umat, suku dan agama.
BACA: Gedung PWI Bukan Aset Pemprov Sulsel, Ini Pengakuan Nurdin Abdullah
“Kami ingin menyampaikan apa yang menjadi kiat sukses keberagaman di Sulsel,” terangnya, di Kegiat Konferensi Nasional FKUB, di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sabtu (2/3/2019).
“Sulsel memiliki salah satu filosofi hidup yang bernama Sipakatau, dengan makna saling memanusiakan, saling memuliakan,” lanjut Nurdin Abdullah.
Selain, Sipakatau, Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu juga menyampaikan kepada seluruh peserta Konfernas FKUB, bahwa masyarakat Sulsel juga memakai falsafah hidup Sipakainga.
BACA: Walhi Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan Bendungan Pamukkulu di Takalar
“Sipakainga, yang berarti saling mengingatkan, masyarakat saling menegur apabila berbuat salah. Sifat ini menjadikan masyarakat jadi lebih merasa memiliki proteksi diri, lebih menjaga sikap, lebih menjaga sesama,” ujarnya.
Olehnya itu, Gubernur Sulsel berharap kedua Filosofi hidup yang dikenakan masyarakat Sulsel ini bisa menjadi contoh untuk umat beragama di seluruh Indonesia.
“Diantara banyaknya filosofi hidup, Semoga kedua filosofi ini, dapat menjadikan kita untuk lebih megaplikasikan di tengah tengah masyarakat,” tukasnya.



