SULSELEKSPRES.COM – Penggiat media sosial Eko Kuntadhi mengabaikan upaya hukum Ustadz Adi Hidayat (UAH) yang melaporkan dirinya ke polisi.
Pelaporan Eko diketahui sebagai buntut dari pengumpulan donasi untuk Palestina yang dikumpulkan oleh UAH. UAH merasa kalai dirinya difitnah menggelapkan dana donasi untuk Palestina yang terkumpul hingga Rp30 miliar tersebut.
Eko sendiri mengaku tak ambil pusing soal dirinya dipolisikan. Dia merasa tidak bersalah dan menyerah kepada UAH.
Baca: Denny Siregar Usul ke Prabowo: UAH dan UAS Galang Donasi Beli Alutsista
“Busyet dah. Gue peduli aja gak. Gak ada twit gue yang nanyain soal kemana dana itu. Terserah aja.” kata Eko melalui akun Twitternya, (7/6/2021).
Dia mengatakan, namanya menjadi heboh lantaran ulah Fahd Pahdepie yang sebelumnya mengkritik lantaran mempertanyakan donasi tersebut.
“Nama gue jd heboh kan krna ulah Direktur Amanat Institute @fahdpahdepie . Biar program branding partainya sukses.” katanya.
Banyak yg ngetag gue soal laporan UAH.
Busyet dah. Gue peduli aja gak. Gak ada twit gue yang nanyain soal kemana dana itu. Terserah aja.
Nama gue jd heboh kan krna ulah Direktur Amanat Institute @fahdpahdepie . Biar program branding partainya sukses.
— Eko Kuntadhi (@eko_kuntadhi) June 7, 2021
UAH melalui kanal YouTube miliknya mengatakan, dorinya sudah menyiapkan semua berkas untuk menindak lanjuti tuduhan penggelapan donasi untuk Palestina dan akan diserahkan ke polisi.
“Saya tegaskan itu bukan rencana, tapi memang hal yang sudah kami siapkan. Sekarang sedang distrukturisasi bagaimana delik-delik hukum yang sesuai dengan akun-akun yang bersangkutan,” katanya dikutip dari akun YouTube Adi Hidayat Official yang diupload belum lama ini.
UAH menduga akun-akun yang menyudutkan dirinya perihal donasi untuk Palestina tersebut telah memberikan informasi keliru, membuat kegaduhan serta menimbulkan fitnah. Itu dapat dilihat dari gambar, narasi, atau framing berita tertentu yang disebarkan di medsos.
(*)



