25 C
Makassar
Tuesday, February 3, 2026
HomeHeadlineDipilih Jadi Wakil Appi, Rahman Bando : Tolong Dicatat, Saya Segera Mundur

Dipilih Jadi Wakil Appi, Rahman Bando : Tolong Dicatat, Saya Segera Mundur

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (DP2) kota Makassar, Abdul Rahman Bando, menyatakan diri siap pensiun dalam waktu dekat ini.

Hal itu tidak lain karena dirinya terpilih sebagai wakil bakal calon wali kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, di pertarungan Pilwali Makassar 2020 ini.

Sebelumnya, pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Makassar tersebut mengaku akan melanjutkan pengabdiannya kepada masyarakat melalui jabatan politik.

Keputusannya menerima tawaran Appi karena telah melakukan berbagai pertimbangan dan kajian yang ia lakukan selama tiga bulan terakhir ini.

“Berdasarkan beberapa pertimbangan, baik pertimbangan pribadi maupun pertimbangan kepentingan pembangunan di kota Makassar dan tata kelola pemerintahan, saya memutuskan untuk mencoba berkompetisi di Makassar 2020.”

“Kebetulan saja dibukakan ruang untuk berkomunikasi dengan pak Munafri, jadi saya melakukan kajian dulu tiga bulan terakhir ini.”

BACA: Partai Berkarya Lebih Condong ke Appi Ketimbang Ical dan None

“Setelah kita lihat kajiannya memungkinkan, saya katakan insyaAllah. Kita sama-sama membangun sinergi, mudah-mudahan masyarakat memberikan kesempatan, kemudian partai juga sudah ada yang berkenan. Yang jelas sekarang sudah cukup (10 kursi),” terang Rahman Bando.

Terkait posisinya saat ini sebagai aparatur sipil negara (ASN), Rahman menegaskan akan segera mundur dari jabatan tersebut dan siap mengabdi melalui jabatan politik.

“Oh iya, jelas sekali aturannya kan. Sebelum mendaftar di KPU, ku pastikan saya mundur. Juni nanti saat pendaftarannya. Anda catat saja, sebelum ke KPU saya akan mundur,” tegas Rahman Bando kepada awak media, Jumat (13/3/2020) petang.

BACA:Appi Akan Hadirkan Beasiswa untuk Guru di Makassar

“Saya kan sekarang sudah bisa pensiun. Usia sudah 50 tahun, masa kerja sudah 22 tahun. Kalau aturan itu pengabdian 20 tahun sudah bisa, saya sudah lebih 20 tahun,” lanjutnya.

Terkait peluang kemenangan di Pilwali Makassar 2020 ini, pria asal Enrekang tersebut mengaku telah memiliki kans besar. Bahkan ia menganggap munculnya figur kuat itu hanya persoalan biasa.

“Kalau kans nya insya Allah. Kalau Allah menghendaki kita tidak berubah lagi.”

“Memang harus personalnya dulu, karena saya yang mau berpasangan. Calon lain yang ajak banyak. Bahkan ada yang dari independen dulu minta saya menandatangani kesediaan, tapi saya bilang harus dikaji dulu. Tidak karena semangatnya tinggi lalu kita putuskan.”

“Saya ini kaji lebih tiga bulan. Persaingan biasalah. Yang saya lihat di media biasa itu. Saya ini ikut yang seperti ini bukan cuma sekali ini saja, saya ikut berkali-kali. Jadi kalau yang panas-panas di grup, di apa begitu, tidak seru kalau tidak panas-panas begitu,” terangnya.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img