SULSELEKSPRES.COM – Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani, menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Pondok Pesantren Moderen Mahyajatul Qurra Lassang di Takalar, Minggu (14/3/2021).
Kegiatan ini dirangkaikan dengan launching gerakan sejuta koin wakaf pendidikan madrasah dan pondok pesantren yang diinisiasi oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama, Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Ali Ramdhani mengungkapkan kehadirannya bersama undangan lainnya di Lassang, Takalar berkenaan dengan adanya keinginan untuk bisa memberikan nilai-nilai keagamaan buat anak-anak bangsa agar kelak mereka dapat memimpin bangsa ini berada pada koridor-koridor yang benar.
“Sungguh saya berbahagia menginjakkan kaki di sebuah wilayah yang Insya Allah diberkahi oleh Allah. Wilayah yang akan menjadi episentrum dari pengembangan peradaban islam untuk kawasan Indonsia timur. Karena saya yakin dari titik ini banyak lahir ulama-ulama, pimpinan-pimpinan bangsa yang akan berkontribusi besar bagi bangsa ini, yangmana selama ini kita masih memegang fondasi ketatanegaraan pada ruang-ruang keagamaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ali Ramdhani mengatakan bahwa Kementerian Agama Sulawesi Selatan hari ini melakukan hal yang luar biasa karena partisipasi masyarakat menjadi bahagian besar dari pengembangan pendidikan islam di Sulawesi Selatan yang dibuktikan dengan terkumpulnya sumbangan masyarakat melalui gerakan sejuta koin wakaf pendidikan senilai Rp390 juta.
“Hari ini kita akan meletakkan batu pertama untuk madrasah dan ponpes. Tentu saja harus dibantu oleh semua pihak. Kami berkeinginan investasi-investasi yang diberikan oleh masyakat sebagai wujud kepercayaan masayarakat ini harus melahirkan insan yang memiliki keteguhan ilmu pada satu sisi dan kekohan ilmu dibidang yang lain dan juga memiliki keterampilan hidup yang memadai,” ucapnya.
Selain itu, Ali Ramdhani juga mengaprasiasi inovasi dan gagasan-gagasan Kakanwil Kemenag Sulsel, KH. Khaeroni yang ingin menghadirkan madrasah yang bisa menyapa seluruh bagian masyatakat tanpa batas.
“Hari ini ada orang-orang yang berkebutuhan khusus yg perlu juga ditata ruang keagamaannya, sehingga kami ingin membangun Madrasah Luar Biasa pertama di Indonesia di Sulsel ini untuk anak-anak berkebutuhan khusus tersebut agar bisa memperoleh ruang dan mendapatkan kesempatan yang sama dengan anak-anak lainnya,” tuturnya.
Selain MLB, lanjut Ali Ramdhani, Kakanwil Kemenag Sulsel juga ingin menghadirkan jendela dunia buat komunitas-komunitas yang belajar di madrasah dengan menghadirkan madrasah berkelas internasional, yaitu madrasah program kebahasaan.
Dia juga menyampaikan adanya bantuan dari Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidkan Islam kepada Pondok Pesantren Moderen Mahyajatul Qurra Lassang Kab.Takalar, yaitu bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) senilai Rp150 juta.



