SULSELEKSPRES.COM – Partai Gerindra mengklaim pernah ditawari jatah menteri oleh capres petahana Joko Widodo (Jokowi). Menyikapi hal itu, Gerindra memilih tetap menjadi oposisi.
“Akan lebih manfaat bagi rakyat bangsa dan negara jika Gerindra ambil posisi oposisi. Dan so far sikap Prabowo Subianto dan mayoritas di Gerindra, kami tetap akan jadi oposisi,” kata Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid , Kamis (6/6/2019) dilansir dari detikcom.
Sodik mengatakan, dalam berbangsa dan bernegara, dibutuhkan checks and balances. Setiap pemerintahan, katanya, memerlukan oposisi untuk mengkritik kebijakan yang dirasa tidak berpihak kepada rakyat.
“Dalam berbangsa, khususnya bernegara, perlu ada checks and balances agar keadilan, penegakan hukum, demokrasi, pembangunan dan lain-lain berjalan seimbang dan efektif. Dan Pak Prabowo atau Gerindra tidak hanya melihat kepentingan Gerindra, tapi kepentingan bangsa dan negara,” tuturnya.
Kendati demikian, Sodik mengatakan sikap resmi partainya akan diputuskan dalam rapat. Namun, hingga saat ini, mayoritas kader Gerindra enggan bergabung dengan pemerintah. Apalagi saat ini Gerindra masih berjuang di Mahkamah Konstitusi terkait gugatan pilpresnya.
“Keputusan akhir akan diambil setelah Ketua Umum Grerindra mengadakan rapat dengan Dewan Pembina, Dewan Pakar, dan Dewan Pengurus DPP Gerindra,” kata Sodik.



