25 C
Makassar
Saturday, March 7, 2026
HomeMetropolisDokter Satgas Sebut Protokol Kesehatan Tekan Penularan Covid-19 hingga 85 persen

Dokter Satgas Sebut Protokol Kesehatan Tekan Penularan Covid-19 hingga 85 persen

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 (Satgas COVID-19) menunjukkan risiko penularan COVID-19 sangat berpotensi kepada siapapun. Namun, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat penularan bisa di tekan hingga 85 persen.
Dokter relawan COVID-19 dan Edukator Kesehatan, Muhammad Fajri Adda’I, mengatakan bahwa dengan menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan risiko tertular turun menjadi 35 persen, jika ditambah dengan memakai masker bedah menurunkan risiko tertular hingga 70 persen, lalu ditambah dengan menjaga jarak 1 meter menurunkan risiko hingga 85 persen.
“Olehnya kita harus terus bersama-sama dengan pemerintah melakukan kewajiban 3T (Testing, Tracing, Treatment), dan masyarakat menjalankan 3M. Kita sama-sama ambil bagian sebagai subjek penanganan pandemi ini,” katanya, di Makassar, Sulsel, Sabtu, (30/1/2021).
Fajri pun menjelaskan, Efektivitas inilah yang mendasari
protokol kesehatan 3M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak adalah upaya utama untuk dijalankan seluruh masyarakat. Sehingga, pemerintah selalu menghimbau agar mentaati itu karena masyarakat juga memiliki peranan penting dalam upaya menekan angka penularan COVID-19.
Selain itu, menjaga jarak terutama di ruangan tertutup juga mengurangi risiko tertular lebih besar. Kalaupun dalam situasi tertentu terpaksa di ruangan tertutup, buka semua ventilasi, dan jangan terlalu berkerumun dan menghindari ruangan dengan ventilasi yang buruk.
“Yang lebih baik, dengan melakukan pertemuan virtual apabila diperlukan,” ujarnya.
Salah satu penyintas COVID-19, Elgeen Frydianto, mengatakan bahwa pada dasarnya dirinya selama masa pandemi selalu menerapkan protokol kesehatan. Hanya saja katanya, setiap orang tidak mengetahui dari mana dan siapa yang menularkan virus korona tersebut.
“Saya rasa saya tertular waktu itu karena kurang menjaga jarak atau bertemu orang banyak. Pengalaman saya ketika divonis positif COVID-19, yang paling berat adalah sepuluh hari pertama,” jelasnya.
M. Syawal
spot_img

Headline

spot_img
spot_img