27 C
Makassar
Wednesday, February 4, 2026
HomeMetropolisDPRD-LMP Macab Parepare Hearing Terkait Solusi Penanganan Gas Elpiji 3Kg

DPRD-LMP Macab Parepare Hearing Terkait Solusi Penanganan Gas Elpiji 3Kg

- Advertisement -

PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Puuhan pengurus dan kader Markas Cabang (Macab) Laskar Merah Putih (LMP) Kota Parepare yang dipimpin H. Syamsul Latanro (HSL) selaku ketua, menghadiri hearing yang digelar DPRD Parepare.

Hearing dihadiri Dinas Perdagangan, perwakilan SPBBE, agen Pertamina, dan Hiswana Migas di Ruang Rhang Rapat Paripurna DPRD Parepare, Selasa, (18/08/2020).

HSL mengatakan, pihaknya menegaskan bahwa LMP Parepare hadir untuk atas dorongam hati nurani, untuk mencarikan solusi keluhan masyarakat. Karena, kata dia, masyarakat mengeluh atas kelangkaan distribusi elpiji.

“Kami garis bawahi, LMP meminra hearing tidak dalam kapasita mencari kesalahan. Kami murni karena melihat kondisi masyarakat, dan berharap hearing ini melahirkan solusi,” katanya.

HSL menjelaskan, sesuai dengan temuan tim pemantau bentukan LMP Parepare yang kerap menemukan penyaluran gas melon, yang hanya diperuntukkan bagi warga miskin ini, namun dijual ke luar daerah atau menjual di atas harga normal.

“Kami ada tim pemantau yang bertugas di lapangan. Dari pantauan kami, kami curigai kelangkaan gas elpiji ini akibat adanya oknum yang menjual ke luar daerah, dan ada juga menjual di atas harga, bahkan sampai dijual Rp 25 ribu pertabung,” ungkap pengusaha pelayaran ini.

Sementara, Sekretaris Dinas Perdagangan Parepare, St. Rahmah menjelaskan, sejumlah alasan kelangkaan gas elpiji berdasarkan pantauan di lapangan.

“Hasil pantauan kita di lapangan karena terjadi panik buying pada momen hari-hari besar, juga disebabkan hajatan. Untuk pelaksanaan aqiqah misalnya, sj butuh 15 tabung, nikah 25 tabung. Jika terjadi musim kemarau, terjadi pendistribusian untuk irigasi dan peternakan,” terangnya.

Oleh karena itu lanjut dia, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat bersama stakeholder untuk menghindari kelangkaan gas elpiji.

Sedangkan, PT Pertamina yang diwakili Asisten Manager SPBBE Parepare, Erwin menyebutkan jumlah ketersediaan gas elpiji yang disalurkan setiap hari.

“SPBBE sebagai mitra pertamina hanya bertugas pada pengisian tabung gas elpiji. Selama ini kuota untuk agen di Parepare terlayani setiap hari, kelancaran seperti biasa. Kuota agen dari pihak pertamina kami layani 10 mobil setiap hari, kecuali hari Minggu. Jumlahnya 5.600 tabung kami salurkan ke 2 agen, yakni PT Hj Salma dan PT Awal Sejahtera,” paparnya.

Tasming mengemukakan, dari hasil hearing itu, DPRD Parepare mengharapkan respon SPBBE agar tidak membuat warga panik dalam pendistribusian gas elpiji. Caranya, jelas dia, dengan melakukan pendistribusian secara merata.

“Disdag akan mengawasi secara ketat. Pengkalan-pangkalan yang nakal kita berikan edukasi bahwa elpiji itu hanya untuk msyarakat miskin. Jika ditemukan ada pangkalan yang nakal, seperti menjual ke luar Parepare akan dicabut izin usahanya,” jelasnya.

Dalam ‘hearing’ itu, juga mendorong lahirnya Perda atau Perwali untuk mempertegas penyaluran gas elpiji tersebut.

“Jika ternyata dari hasil pengawasan ada temuan, dan jika diperlukan kita akan terbitkan Perda atau Perwali,” tandasnya.

Penulis : Luki Amima

spot_img

Headline

spot_img
spot_img