24 C
Makassar
Tuesday, March 24, 2026
HomeHeadlineDrama di Balik Penundaan Final Piala Indonesia, Pengamat Angkat Bicara

Drama di Balik Penundaan Final Piala Indonesia, Pengamat Angkat Bicara

- Advertisement -

“Berlanjut tahun 2017 dengan label kompetisi perdana Liga 1, PSM masuk favorit kandidat juara bersama Bali United. Peluang besar PSM juara akhirnya kandas di penghujung kompetisi ketika Bhayangkara FC menyalip di tingkungan terakhir perlombaan.”

BACA: Ini Alasan Kios Tix Tidak Jual Tiket Final Leg Kedua Piala Indonesia

“Lanjut ke kompetisi musim selanjutnya 2018, PSM kembali ke trek juara. Persaingan bahkan mengerucut hingga pekan terakhir. Tapi apa daya, meski menang besar 5-1 atas PSMS Medan, tim Juku Eja kembali menanggung kecewa karena sang rival, Persija Jakarta juga menang atas Mitra Kukar.”

Dan kemarin (28/7) seolah belum cukup kisah-kasih yang sebelumnya, PSM kembali “berhadapan” dengan PSSI. Final leg 2 Piala Indonesia 2018 mendadak batal digelar di Stadion Andi Matalatta,” tulis Bung Towel.

Sementara di part 2, Bung towel menulis tentang munculnya kembali kecurigaan publik soal mafia bola. Bung Towel juga mengaitkan komentar awal sekjen PSSI, Ratu Tisha, yang terkesan mengandung tendensius.

View this post on Instagram

MAKASSAR & PSSI (PART 2) Ada apa PSSI? Betul bahwa PSM adalah tuan rumah final leg 2. Betul bahwa PSM adalah panpel lokalnya..tapi pemilik event ini; Piala Indonesia bukankah PSSI?! Jadi seyogyanya posisi PSSI dg panpel lokal di Makassar harusnya bergandengan tangan utk sejalan seiring. Saling dukung utk memastikan bahwa final leg 2 Piala Indonesia bisa berlangsung sesuai agenda. Kepentingan PSSI dan panpel lokal di Makassar sejatinya sama yakni sama2 mensukseskan final leg 2 di Makassar agar berjalan lancar. Jadi bisa dipahami jika saat ini masyarakat Makassar yg kental dg budaya "Siri' Na Pacce-nya" sangat tersinggung dg keputusan pembatalan PSSI tsb. "PSSI seolah-olah telah memberikan vonis kegagalan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar dalam menyelenggarakan event final leg kedua Piala Indonesia. Hal ini jelas melukai jutaan warga Kota Makassar dan Sulawesi Selatan," protes salah satu pentolan suporter. Ada apa PSSI? Ruang curiga publik sepak bola akhirnya sulit dibendung utk tdk curiga. Syak wasangka dan subjektifitas akhirnya berseliweran subur sejak kemarin sore. Keputusan mengejutkan PSSI kemarin akhirnya memicu istilah anak emas dan anak tiri makin nyaring terdengar ditelinga publik sepak bola nasional. PSSI boleh suka atau tidak, tapi faktanya publik sepak bola makin kritis. Pernyataan sekjen Ratu Tisha jauh2 hari sebelum final yg awalnya kurang sedap didengar akhirnya berkembang jadi kontroversial. Ucapan yg dilansir media per 12 Juli lalu, Ratu Tisha mengatakan jika Persija juara di Makassar, suporter PSM harus legowo (tribunnews.com); jelas terdengar dan terasa tendensius. Lewat pernyataan ini Ratu Tisha seolah sudah memframing situasi dan kemungkinan yg akan terjadi di Makassar. Nah dg peristiwa pembatalan Makassar kemarin, logika sepak bola publik seakan mendapatkan kaitan dan argumentasinya antara ucapan sekjen spt diatas dg kenyataan yg terjadi di lapangan. Lalu apa jadinya kalo sdh begini. Karena bagi Makassar..Siri sudah terinjak, dan hanya tinggal Pacce yg tersisa.. Apa artinya? Silakan tanya pada mereka saudara kita dari Makassar. #gocekbungtowel

A post shared by bung towel (@bungtowel8) on

“Keputusan mengejutkan PSSI kemarin akhirnya memicu istilah anak emas dan anak tiri makin nyating terdengar di telinga publik sepak bola nasional. PSSI boleh suka atau tidak, tetapi nyatanya publik sepakbola semakin kritis.”

“Pernyataan sekjen Ratu Tisha jauh-jauh hari sebelum final yang awalnya kurang sedap terdengar akhirnya berkembang menjadi kontroversial. Ucapan yang dilansir media per 12/7 lalu, Ratu Tisha mengatakan “Jika Persija juara di Makassar, fans PSM harus legowo (Tribunnews.com); jelas terdengar dan terasa tendensius.”

“Lewat pernyataan ini seolah Ratu Tisha sudah memframing situasi dan kemungkinan yang terjadi di Makassar. Nah dengan pembatalan di Makassar kemarin logika sepakbola publik seolah mendapat kaitan dan argumentasinya antara ucapan sekjen seperti di atas dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.”

Tulisan Bung Towel tersebut sontak mendapat respon dari publik instagram. Tidak sedikit komentar dari dua kubu supporter, serta publik sepakbola nasional.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img