SULSELEKSPRES.COM – Dua tahun memimpin provinsi dengan 24 kabupaten kota, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, mengaku yang paling berkesan selama kepemimpinannya adalah “Hak Angket” yang dilayangkan DPRD Sulsel. Tanggal 5 September 2020, penanda dua tahun masa kepemimpinan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman, masing-masing sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel.
Nurdin Abdullah mengatakan, meski di awal-awal masa kepemerintahannya bersama Andi Sudirman Sulaiman berujung pada hak angket, hal tersebut justru menjadi semangat tersendiri dalam menahkodai Sulsel lebih baik lagi.
“Tapi yang berkesan di awal tahun adalah saya di angket, dan saya anggap ini spirit buat saya berdua untuk lebih baik lagi,” ujarnya di Gubernuran, Jumat 4 September 2020.
Salah satu aspek yang dibangun selama dua tahun kepemimpinannya adalah pembangunan jalan menuju Seko yang berada di Luwu Utara. Pembangunan jalan Seko di Luwu Utara ini, merupakan aspek yang sangat penting di Sulsel. Baginya dengan membangun fasilitas yang memadai di daerah terisolir, akan membangun roda perekonomian yang merata di Sulsel.
“Sehingga ya tentu, saya bekerja keras untuk menghadirkan kebutuhan masyarakat, baik itu kebutuhan dasar maupun kebutuhan untuk menjalankan roda perekonomian mereka. Kedua masyakarat di Bastem itu juga sekian lama mereka merasakan sulitnya akses menuju ke ibu kota. Ini juga Alhamdulillah Rantepao-Bua sudah tembus dan kita berharap 2021 itu sudah tuntas,” terangnya.
Begitu juga dengan bandara Buntu Kunik Tana Toraja.
“Tentu kalau kita lihat apa yang kita lakukan ini termasuk membangun infrastruktur jalan, bandara ini akan mendorong percepatan ekonomi masing-masing daerah,” jelasnya.
Lebih penting lagi, yakni pembangunan Rest Area yang berada di Sidrap dan Jeneponto dalam proses penyelesaian. Menurut dia, aspek pembangunan yang disebutkan diatas tentunya berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang lebih baik kedepannya.



