SULSELEKSPRES.COM – Sekretaris Badan Pekerja Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan mengungkit pengalaman demonstrasi dengan Juru bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman.
Syahganda kini berbeda jalan politik dengan Fadjroel. Dimana Syahganda menjadi kelompok oposisi, sedangkan Fadjroel melibatkan diri sebagai bagian dari pemerintahan.
Syahganda menyebut dirinya pernah membantu mengobati kepala Fadjroel yang bocor dipukul polisi ditahun 1989. Hal itu dia ungkit melalui akun media sosial Twitternya.
“Kepala Fadjroel Rahman, 12 April 1989 bocor dipukul polisi pas aksi “Kacapiring” depan Balaikota Bdg. Nangis2 dia. Saya yg obati di Jur. Geodesy ITB & himpun ribuan massa melawan balik,” kenang Syahganda dilihat, (11/10/2020).
Meskipun ada kekerasan terhadap demonstran, polisi saat itu masih lebih menghormati demonstran. Dia membandingkan perlakukan aparat terhadap pendemo zaman dulu dengan saat ini.
“Tapi dulu polisi tidak mukul orang yang sedang istirahat. Polisi dulu lebih hormati demonstran,” katanya.
Diketahui, Fadjroel merupakan salah satu dari sekian aktivis yang berada dalam lingkungan kekuasaan saat ini.
Indonesia Corruption Watch (ICW) beberapa waktu lalu sempat mengritik para aktivis yang kini berada di lingkungan Istana karena dianggap diam tak bersuara seperti dulu.



