SULSELEKSPRES.COM – Perseteruan perebutan kursi jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta antara Gerindra dan PKS tak kunjung menemui titik temu.
Kedua partai ini merasa memiliki hak menempatkan kadernya sebagai wakil dari Gubernur Anies Baswedan. Ini setelah Sandiaga Uno mundur sebagai wakil gubernur lantaran ikut bertarung di Pilpres lalu.
Mantan politisi PKS, Fahri Hamzah menanggapi perebutan kursi wagub ini dengan canda. Dia meminta mantan partainya tersebut menjual kurai wagub untuk membayar hutang terhadap dirinya.
“Jual aja untuk bayar utang,” kata Fahri melalui akun Twitter pribadinya, seperti dilihat pada (15/11/2019).
Jual aja untuk bayar utang…😃😃😃 https://t.co/YPJRDV7jhy
— #2020ArahBaru (@Fahrihamzah) November 12, 2019
Seperti diketahui, Fahri terus menangih elite PKS uang ganti rugi immaterial Rp30 miliar. Uang ganti rugi itu harus dibayarkan PKS karena kalah saat melawan Fahri dalam kasus pemecatannya dari kader PKS di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Salah satu hasil putusan hakim mengharuskan PKS membayar Rp30 miliar.
Dalam ciutan lainnya, Fahri menegaskan kalau uang Rp30 miliar jika dibayarkan PKS tidak akan dia ambil. Uang tersebut akan dia sumbangkan kepada fakir miskin.
“Kalau saya turun menjadi penagih hutang (debt collector) Saya rela demi menuntaskan tugas saya pada sebuah kezaliman. Hasil tagihan itu bukan untuk saya. Sepeserpun saya takkan ambil. Tapi untuk Faqir miskin dan anak2 terlantar, serta anak2 bangsa yg hidupnya tersingkirkan,” katanya.
Dia menanggap bahwa menjadi penagih hutan memalukan, tapi lebih memalukan lagi menjadi yang tertagih.
“Memang agak memalukan menagih. Tapi sebenarnya lebih malu menjadi tertagih. Di negeri kita sering menuntut hal itu nampak lebih buruk daripada yang dituntut. Itulah yg menjelaskan usia kita hidup di bawah kezaliman dan kolonialisme lebih lama dari kita merdeka,” ujar dia.



