5. Mengaku Diancam Dibunuh
Sam Aliano namnya kerab muncul dibeberapa isu-isu besar. Pada November 2017, dia mendatangi Bareskrim Polri didampingi 3 pengacaranl dan dikawal 7 orang body gard pribadinya.
Dilansir dari rri.co.id, Sam Aliano mengaku, menyampaikan laporan ke Bareskrim Polri terkait dengan teror yang diterimanaya setelah membuka sayembara berhadiah Rp1 miliar dan pengrusakan karangan bunganya di RSCM kepada Setya Novanto beberapa hari lalu yang bertuliskan pesan “Save Tiang Listrik” dan “Save Mister Bakpao”.
“Saya datang ke Bareskrim Polri untuk melaporkan kejadian ini, apalagi saya mendapat ratusan bahkan ribuan telpon sehingga hidup saya merasa terancam. Biar saya lebih tenang saya melaporkan ini Kebareskrim Polri sekaligus saya secara resmi menutup sayembara Rp1 miliar. Dan saya menyerahkan dua kasus ini kepada pihak yang berwajib untuk ditangani tuntas,” tandasnya.
Sam Aliano mengungkapkan teror yang diterimanya via telepon berupa orang meminta uang dengan alasan yang tidak benar. Bahkan ada yang mengancam akan membunuh jika tidak mengikuti keinginan mereka.
“Jadi saya itu jadi takut oleh karena itu saya membawa tujuh body gard untuk mengamanka saya. Teror datang setelah saya membuka sayembara Rp1 miliar terhadap siapapun yang bisa menemukan dan meng informasikan pengrusakan karangan bunganya di RSCM kepada setya Novanto,” pungkasnya.





