SULSELEKSPRES.COMĀ – Wakil Sekretaris Partai Golkar Sulsel, Nasruddin Upel membenarkan kalau Kadir Halid mengeluarkan Rusdin Abdullah (Rudal) dari Grup WhatsApp kepengurusan beringin.
Namun dia memastikan kalau sikap Kadir Halid tersebut tak ada kaitan dengan Nurdin Halid sebagai Ketua DPD I. Kadir disebut bersikap demikian atas inisiatif dirinya sendiri.
“Tidak ada kaitan dengan Bapak Nurdin Halid. Itu adalah tindakan pribadi pak Kadir Halid,” kata Nasruddin, Rabu, (19/6/2019).
Atas tindakannya tersebut, Nurdin Halid disebut sudah memberikan teguran kepada Kadir yang juga adik kandungnya tersebut.
“Sudah ditegur keras oleh pak Nurdin Halid,” tambahnya.
Menurut dia, Kadir mengeluarkan Rudal atas ketidaksukaannya karena dianggap menceritakan persoalan internal partai Golkar di Warkop. “Tentu kurang etis karena urusan internal Partai di giring keluar ke publik,” ujar dia.
Seperti diberitakan, Rusdin Abdullah dan istrinya Andi Debbie dikeluarkan dari Grup WhatsApp pengurus DPD I Golkar oleh Kadir Halid. Rudal sendiri diketahui merupakan Bendahara Umum Partai Golkar.
Dikeluarkannya Rudal dan Andi Debbie ditenggarai kuat sebagai imbas sengketa hasil Pemilu antar Kadir dan Andi Debbi di Mahkamah Konsitusi. Kadir yang oleh KPU dinyatakan kalah tidak terima dan melakukan gugatan.
Informasi yang berhasil dihimpun, Kadir mengeluarkan Rudal dan Debbi dari grup pada Selasa, 18 Juni malam. Keduanya dikick secara berurutan.
Grup WhatsApp ini diketahui sebagai grup utama para pengurus harian Golkar Sulsel. Bahkan Ketua DPD I Nurdin Halid juga berada dalam grup tersebut.
Kadir Halid yang merupakan adik kandung Nurdin Halid ini dan Andi Debbie Purnama sama-sama caleg Partai Golkar yang bertarung di dapil Sulsel 1 (Makassar A). Hasil rekap penghitungan suara oleh KPU Sulsel, Debbie meraup 15.390 suara sedangkan Kadir cuma mengantongi 7.773 suara.
Diketahui, sikap Kadir Halid mengeluarkan pengurus Golkar yang berselisih dengan dirinya bukanlah yang pertama kalinya. Kadir juga sebelumnya pernah melakukan hal serupa terhadap dua mantan pengurus Golkar yakni Rahmansyah dan Ian Latanro.
Rahmansyah dan Ian saat itu ‘ditendang’ dari grup WhatsApp oleh Kadir lantaran dianggap sebagai mata-mata. Keduanya disebut sebagai loyalis Ichsan Yasin Limpo (IYL) yang menjadi lawan politik Nurdin Halid.



