PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Hariani, bayi penderita jantung bocor di Kampung Baru, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, mendapat uluran tangan dari anggota grup Whatsapp Tudang Sipulung Amanagappa (TSA), yang di dalamnya adalah jaksa-jaksa berasal dari daerah Bugis-Makassar yang tersebar di Kejaksaan seluruh Indonesia.
Bantuan yang diberikan berupa uang tunai puluhan belasan juta rupiah ,yang diserahkan kepada Yayasan Manusia Indonesia (YMI) sebagai inisiator pengumpul donasi untuk bayi Hariani.
“Kebetulan kabar terkait bayi Hariani ramai dibicarakan dan dibahas di grup, makanya kami berinisiatif membantu meringankan beban bayi Hariani,” urai Reskiana Ramayanti, anggota Grup WA yang merupakan Kepala Bagian Tata Usaha Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI, Sabtu (29/06/2019).
Sementara, Ketua Yayasan Manusia Indonesia (YMI) Kota Parepare, Muhammad Takbir mengungkapkan terima kasih, kepada para donatur yang telah membantu bayi Hariani maupun korban bencana lainnya.
“Terima Kasih para donatur yang telah menyalurkan bantuan mengirimkan donasinya, kami masih terus membuka donasi untuk bayi Hariani siapapun yang bersedia mengulurkan tangan untuk biaya operasinya,” ungkapnya.
Takbir menambahkan, jika masih ada yang ingin membantu saudara-saudara yang terkena musibah maupun bencana, bisa disalurkan langsung atau mengirim ke nomor kekening atas nama Yayasan Manusia Indonesia di Bank BRI dengan nomor rekening 5017-01-014361-53-9.
Tekhusus kepada Bayi Hariani menderita jantung bocor, jika ingin mengirimkan bantuan, dapat menggunakan kode unik donasi 11 di dua angka terakhir nilai transfer, atau bisa menghubungi nomor Whatsapp 0821-1122-2039 untuk informasi lebih lengkap.
Untuk informasi lengkap mengenai YMI, bisa juga mengunjungi website www.yayasanmanusiaindonesia.com atau ke instagram @Yayasanmanusiaindonesia atau ke Alamat, Jl. Petta Ungga RT 03 RW 03, Kota Parepare.
Sekadar diketahui, kondisi terakhir bayi malang tersebut sangat memperihatinkan. Mulutnya dipasangi selang untuk menyuplai makanan ke tubuh mungilnya, dan harus rutin kontrol.
Bayi Hariani didampingi ayahnya Abdul Malik dan ibunya, Erma. Keduanya mengaku tidak mampu membiayai untuk operasi anaknya, dan selama ini ia hanya mengandalkan BPJS untuk pengobatan anaknya. Namun, karena keterangan dokter, kondisi jantung bayi Hariani ini sudah parah, maka harus secepatnya menjalani operasi.



