MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah (NA) turut berkomentar terkait rencana Pemerintah Indonesia melalui Menristekdikti yang akan menjalankan kebijakan impor rektor asing. Menurutnya, kebijakan itu terlalu tergesa-gesa, mengingat masih banyak orang Indonesia sendiri yang hebat.
“Saya sih gimana yah kalau masih ada orang Indonesia mampu kenapa mesti ambil dari luar, bagi saya kita tidak kekurangan orang hebat,” ucapnya saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (13/8/2019).
BACA: Pemprov Sulsel Gandeng BPH Migas dan Pertamina Optimalkan Pendapat Daerah
Ia mengatakan, permasalahan rektor bukanlah terletak pada kurangnya orang hebat di Indonesia, melainkan sistem perekrutan rektor yang menurutnya belum profesional.
Untuk itu, ia menekankan kepada pemerintah agar memperbaiki dulu sistem perekrutan tersebut sebelum merumuskan kebijakan dengan merekrut rektor asing.
BACA: Guru Besar UI Pertanyakan Proses rekrutmen “Impor” Rektor
Meski begitu ia tetap memaklumi rencana kebijakan pemerintah tersebut. Menurutnya, tekad pemerintah yang ingin menjadikan kualitas pendidikan di Indonesia menjadi sebab rencana kebijakan itu dimunculkan.
“Saya kira pemerintah itu mengingikann supaya mutu luaran itu menjadi prioritas, mutu luaran kita yang kita naikkan mungkin melihat beberapa negara maju memiliki universitas yang bagus, memiliki rektor yang bagus,” tandasnya.
Rencana merekrut rektor asing ini pertama kali diungkapkan Menristekdikti, Mohamad Nasir. Ia bahkan sudah menargetkan rencana ini bisa terlaksana pada 2020 mendatang.



