25 C
Makassar
Thursday, February 12, 2026
HomeMetropolisHadiri Peresmian Pabrik Smelter, Farouk M Beta: Bantaeng Jadi Contoh Menarik Investor

Hadiri Peresmian Pabrik Smelter, Farouk M Beta: Bantaeng Jadi Contoh Menarik Investor

- Advertisement -

BANTAENG, SULSELEKSPRES.COM – PT. Huadi Nickel Alloy Indonesia, Kabupaten Bantaeng diresmikan langsung Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah yang didampingi Ketua DPRD Sulsel H. M Roem, Bupati Bantaeng Ilhamsyah Azikin, dan sejumlah pejabat lainnya, Sabtu (26/01/2018).

Pabrik smelter yang terletak di Desa Papanloe, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng ini, peresmian dalam pelepasan ekspor nikel ke china juga disaksikan secara langsung, Anggota DPR RI Aliyah Mustika Ilham, Ketua DPRD Sulsel HM Roem, Kepala Bagian Bea dan Cukai Wilayah Sulawesi Bagian Selatan.
Hadir juga, Sekertaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel Ashari Faksirie Radjamilo, Ketua DPRD Kota Makassar, Bupati Bulukumba, Wakil Bupati Bantaeng.

Baca: Akbar Tanjung Berharap Ini ke Farouk M Beta

Ketua DPRD Makassar, Farouk M Beta yang turut hadir dalam acara itu, sangat mengapresiasi pemerintah Kabupaten Bantaeng dan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah sebagai inisiator hadirnya pabrik nikel di kota Butta Toa tersebut.

Menurut Farouk M Beta, adanya pabrik smelter ini menjadi contoh bagi daerah lain, bagaimana memberikan pelayanan yang baik kepada investor.

“Tadi pihak PT. Huadi Nickel Alloy Indonesia mengatakan bahwa Bantaeng dilirik menjadi tempat investasi karena adanya jaminam kemudahan dari pemerintah daerah dalam memberikan Izin dan melakukak pengawalan, saat itu Pak Nurdin sebagai Bupati Bantaeng. Saya kira ini harus menjadi contoh bagi daerah lain memudahkan pihak investor dalam pemberian izin,” kata Aru, sapaan politisi Golkar itu.

Pabrik yang dikelola oleh, PT. Huadi Nickel – Alloy Indonesia dibangun dengan perencanaan dua tahap. Untuk tahap awal dari pengelohan dan pemurnian nikel senilai US 60.000.000, sementara untuk tahap kedua direncanakan senilai US 240.000.000.

Baca: Komisi C DPRD Makassar Soroti Penanggung Jawab Pembangunan Tol Pettarani

Pabrik yang dibangun sejak tahun 2014 ini, dalam mengelolah dan memurnikan nikel menggunakan sistem Electric Furnance System, terdiri dua jalur produksi dengan kapasitas 50.000 metric ton ferro nikel pertahun.

Tahap awal pabrik ini, telah menyerap sebanyak 2.000 tenaga kerja. Kebutuhan tenaga kerja di PT. Huadi Nickel – Alloy Indonesia akan bertambah setelah pembangunan pabrik tahap dua rampung.

(*)
spot_img

Headline

spot_img
spot_img