SULSELEKSPRES.COM – Netralitas program diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) di Pilpres sering disoal, khususnya oleh para pendukung Calon Presiden Jokowi-Ma’ruf.
Salahsatu dasar dari keraguan tersebut karena pembawa acara ILC, Karni Ilyas memiliki putra yang menjadi kader dan caleg PAN, partai oposisi pemerintah.
BACA: Sudjiwo Tedjo Tolak Karni Ilyas Jadi Moderator Debat Capres, Ini Alasannya
Romy Boreno, putra Karni Ilyas angkat suara ditengah tudingan tersebut. Dia menguraikan kalau dirinya sebelum bergabung di PAN merupakan kader PDIP.
Dirinya disebut baru mundur di PDIP pada Maret 2018. Sehingga statusnya sebagai kader PAN sama sekali tidak ada hubungan dengan sikap kritis program ILC.
BACA: Boni Hargens Protes Karni Ilyas: Jangan Pernah Undang Saya di ILC
“Bagi yang masih merasa ILC tidak netral karena saya ada di PAN, mohon lihat baik-baik tanggal berapa saya mengajukan pengunduran diri dari PDIP. Sblm saya mengundurkan diri pun ILC selalu bersikap kritis thd pemerintah, yg sejak 2014 dipegang PDIP,” jelas Romy melalui akun media sosialnya, dilansir Sulselekspres, Selasa (4/2/2019).
Bagi yang masih merasa ILC tidak netral karena saya ada di PAN, mohon lihat baik-baik tanggal berapa saya mengajukan pengunduran diri dari PDIP. Sblm saya mengundurkan diri pun ILC selalu bersikap kritis thd pemerintah, yg sejak 2014 dipegang PDIP @karniilyas @ILCtv1 pic.twitter.com/Hd7kZAEz1Y
— Romy Bareno (@romybareno) January 25, 2019
Karni Ilyas sendiri kembali menegaskan kalau sikap kritis ILC todak sekaitan dengan putranya di PAN. Dia menjelaskan, salahsatu tugas wartawan memang kritis, bukan hajya kepada pemerintah tapi juga terhadap segala sesuatu yang menyangkut kepentingan publik.



