SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah Indonesia terus menggencarkan vaksinasi massal untuk masyarakat. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Indonesia menargetkan 70% herd immunity tercapai.
Menkes Budi menjelaskan herd immunity itu untuk membantu supaya masyarakat tidak masuk rumah sakit karena COVID-19.
”Yang paling penting balik lagi ke protokol kesehatan sama surveilans nya harus baik, dan itu semua tergantung kita yang melaksanakannya, karena tidak mungkin pemerintah bisa jalan sendiri kalau rakyatnya tidak disiplin,” kata Budi, dilansir dari situs resmi Kemenkes.
”Saat ini, lanjut Menkes, salah satu hal yang paling penting adalah vaksinasi Lansia. Pasalnya, mereka tergolong ke dalam kelompok rentan yang risikonya paling fatal kalau tertular COVID-19. Jadi kita harus melindungi Lansia kita,” tutur Menkes.
Menkes juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai lonjakan kasus COVID-19. Negara-negara yang cakupan vaksinasinya tinggi seperti Singapura dan Inggris masih tetap waspada terhadap lonjakan kasus tersebut.
”Sekarang kasus di Indonesia sudah turun drastis tapi jangan sampai naik lagi. Caranya, kembali lagi yaitu Prokes yaitu memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, hindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” tutur Menkes.
Vaksinasi COVID-19 di Trans Studio Mall Makassar digelar mulai tanggal 2 sampai 15 November 2021 untuk dosis pertama dan 15 sampai 30 November 2021 untuk dosis kedua.
Terkait stok vaksin, Satgas Covid-19 melalui situs resminya, merilis hingga 1 November 2021, ada stok vaksin COVID-19 sebanyak 47 juta dosis di daerah dan setidaknya sudah 241 juta dosis didistribusikan ke seluruh daerah di tanah air.
Jumlah stok ini cukup untuk kebutuhan pelaksanaan vaksinasi dalam satu bulan ke depan, karena laju vaksinasi di Indonesia saat ini diketahui mencapai 50 juta dosis dalam 5 minggu.
Situasi vaksinasi COVID-19 di Indonesia saat ini adalah vaksinasi dosis 1 yang sudah diterima sebanyak 120,5 juta orang atau 57,9% dari target, dan vaksinasi dosis 2 sudah diterima yang sudah diterima 74,4 juta orang atau 35,7% dari target.



