SULSELEKSPRES.COM – Pemilihan Wali Kota Palopo masih cukup lama, namun beberapa figur mulai menguat ke publik yang dianggap memiliki potensi bertarung di kontestasi tersebut.
Mereka diantaranya, Ahmad Syarifuddin (Ome), Rakhmat M. Bandaso, Farid Judas, Haidar Basir, dan Nurhaeni. Lalu sebesar apa peluang-peluang mereka menurut pakar politik ?
Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir menilai, sosok Ome dan Rakhmat M. Bandaso patut diperhitungkan saat ini sebagai figur yang potensial maju di Pilwali Palopo.
“Sebab saat ini keduanya unggul sementara popularitas dan elektabilitas. Namun Dr Nurhaenih yang saat ini menjabat ketua DPRD kota Palopo dan Farid Judas selaku putra mahkota patut di hitung sebagai kuda hitam,” kata Suwadi Idris Amir, Senin 28 Desember 2020.
Baca Juga: Bawaslu Minta Panwascam Pahami Pengisian Form A Instrumen Pengawasan
Sementara sosok Haidir Basir, kata dia tidak bisa dipandang remehkan karena ia memiliki strong basis yang cukup rill selama ini.
Menurut Suwadi, sosok Ome yang merupakan penantang Petahana walikota 2018 lalu, saat ini unggul sementara Popularitas dan ektabilitas, dan menjadi modal awal bertarung bertarung.
Namun tentu keunggulan tersebut masih sangat mungkin di kejar dan dilampai jika mantan wali kota Palopo itu tidak pandai merawat basis-basis electoralnya.
Sementara itu, Direktur PT General Survei Indonesia (GSI) Herman Lilo menilai Pilwali Palopo diprediksi akan berjalan dinamis, sebab figur-figur lama unggul sementara popularitas dan elektabilitas, namun masih sangat mungkiin dikejar oleh figur-figur yang kuat kekuatan finansial seperti Nurhaenih dan Farid Judas.
“Untuk itu Dr ome harus mampu membangun kekuatan tim yang solid dan komitmen agar basis-basis electoralnya Ome tetap terjaga,” tutur Herman Lilo



