Untuk serangkaian kasus, terutama penggiringan opini pencaplokan KTP warga, diduga dimainkan oleh kubu kandidat tertentu. Bukti keterlibatan mereka sudah tercium sejak dulu. Targetnya menciptakan opini jika IYL Cakka asal mencaplok.
Ketua Tim Pemenangan Rumah Kita IYL-Cakka, Bahar Ngitung, mengatakan, dugaan “pembegalan demokrasi” memang berjalan secara terstruktur, sistematis dan massif jika melihat dari serangkaian rentetan.
“Mulai dari Parpol dibegal sampai dukungan rakyat ke IYL-Cakka diganggu menjadi indikasi jika memang ada pihak tertentu berusaha menghalalkan segala cara IYL-Cakka tidak maju,” tutur Bahar Ngitung, Minggu (31/12/2017).
Terkait rentetan “pembegalan” tersebut, Tim IYL Cakka sudah melakukan antisipasi dan rencana untuk menindaklanjuti. Seperti melayangkan protes maupun gugatan atas proses yang banyak merugikan IYL-Cakka.
Sekadar diketahui, sebelum IYL-Cakka memutuskan maju lewat jalur independen, duet ini sempat berkeinginan lewat koalisi Parpol. Hanya saja, Parpol yang memberi dukungan berusaha “dibegal”. Salah satunya PAN yang tiba-tiba mengalihkan dukungan.





