24 C
Makassar
Saturday, March 7, 2026
HomeDaerahInsiden Kematian Buruh, Pengawas Proyek CC112 Terpadu Akui Selesaikan Secara Kekeluargaan

Insiden Kematian Buruh, Pengawas Proyek CC112 Terpadu Akui Selesaikan Secara Kekeluargaan

- Advertisement -

PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Pihak pengawas pembangunan Call Center 112 Terpadu yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tiro Sompe, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, mengakui telah menyelesaikan persoalan kematian salah seorang buruh, Madia Hamma (37). Hal tersebut, diungkapkan Andi Iwan Latinro, saat dikonfirmasi, Senin (4/2/2019).

Iwan mengatakan, terkait persoalan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang dipertanyakan, pada dasarnya memang telah diatur masalah santunan kematian. Oleh karena itu, kata dia, pihaknya telah keluarga korban melalui perwakilan perusahaannya.

BACA: Pembangunan Call Center 112 Terpadu Telan Korban

“Pihak kami telah menemui orang tua, dan saudara korban. Alhamdulillah mereka tidak keberatan dan ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” ungkapnya.

Iwan membeberkan, pihaknya juga telah memenuhi semua biaya yang timbul akibat musibah tersebut seperti biaya rumah sakit, ambulans, santunan penguburan, dan santunan kematian.

BACA: Hearing LMP dan DPRD Parepare Terkait Call Center 112, Belum Ada Solusi

“Kami sudah sampaikan pihak BPJS Ketenagakerjaan, bahwa hal ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan, BPJS memaklumi,” bebernya.

Iwan menambahkan, sudah ada pernyataan dari pihak keluarga yang telah mengikhlaskan kejadian tersebut. Selain itu, katanya, pada dasarnya korban sudah terdaftar sebagai pegawai tetap dalam perusahaannya.

Saat disinggung terkait besaran biaya santunan yang diberikan kepada keluarga korban, pihaknya tidak bersedia untuk menyebutkan nominalnya.

“Yang penting mereka sudah terima, dan ikhlas dengan musibah ini,” tandasnya.

Sekadar diketahui, pembangunan tersebut dikerjakan oleh PT. Sukses Sangga Sejahtera dengan anggaran total Rp3,8 milliar, yang dilaksanakan sejak tanggal Tanggal 19 Oktober 2018 lalu, dan menelan korban jiwa 1 orang pada tanggal 19 Januari 2019 lalu.

Penulis : Luki Amima
spot_img

Headline

spot_img
spot_img